Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Swasembada Pangan Benteng Utama Ketahanan Negeri

Sehingga harus menguasai perekonomian dan mengendalikan rantai pasokan dari pangan itu sendiri.

Tayang:
Editor: Sudirman
Ist
OPINI - A. RAHMAN Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Sulawesi Selatan  Periode 2007-2009 

Oleh: A. Rahman

Ketua PKC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia PMII Sulawesi Selatan periode 2005-2007

TRIBUN-TIMUR.COM - Perdebatan terkait swasembada pangan adalah bukti nyata betapa swasembada pangan merupakan pondasi kekuatan paling utama daya tahan ekonomi sebuah bangsa.

Bahwa swasembada atau tidak, bangsa Indonesia sejak dahulu kala secara de facto sudah sangat swasembada karena di seantero pelosok negeri masyarakat dapat hidup dari apa yang mereka tanam, pelihara, dan kembangbiakkan.

Bahkan, mungkin masih banyak kelompok masyarakat hingga hari ini yang eksis hidup di pedalaman tanpa harus menggantungkan diri pada kebutuhan yang harus dipenuhi di kota.

Problem utama swasembada pangan adalah bahwa ia menjadi kekuatan utama, di mana sebuah bangsa sulit sekali diformat sebagai negara yang menggantungkan diri pada produk atau rekayasa bangsa lain yang tidak memiliki sumber daya pangan dan energi yang memadai.

Sehingga harus menguasai perekonomian dan mengendalikan rantai pasokan dari pangan itu sendiri.

Swasembada pangan adalah kejatuhan bagi spekulan yang selama ini memainkan harga dengan membuat rekayasa ketergantungan pada berbagai produk, sehingga pangan harus dijual oleh petani sebagai produsennya dengan harga semurah-murahnya.

Selanjutnya, mereka harus mendapatkannya kembali dengan harga yang mahal.

Swasembada pangan menjadi benteng utama pertahanan ekonomi sebuah bangsa.

Ketika kebutuhan pokok terpenuhi dan masyarakat mulai menabung karena lonjakan harga selain pangan meningkat, maka secara otomatis ekonomi bertahan.

Kepentingan negara-negara yang memiliki ketergantungan pada kebutuhan pangan akan kesulitan melakukan akselerasi dan pertumbuhan ekonomi karena secara otomatis pasar di sektor pangan sudah dikunci dan dikontrol oleh pemerintah serta didukung penuh oleh masyarakat.

Cadangan pangan yang dikendalikan dengan mengukur skala kebutuhan dan kemampuan produksi adalah langkah konkret dalam mewujudkan stabilitas ekonomi.

Pemerintah paham bahwa rekayasa atau spekulasi apa pun yang dilakukan di sektor ekonomi akan gagal ketika sektor pangan kuat.

Masyarakat di mana pun tidak akan risau selama pertumbuhan ekonomi tidak dikacaukan dengan praktik menimbun barang, kemudian mempermainkan harga di tingkat konsumen.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved