Opini
IPAL Losari di Tengah Massifnya Pembangunan Infrastruktur
IPAL Losari yang dibangun sejak 2019 dan menelan biaya Rp1,2 triliun, diharapkan memberi banyak manfaat bagi warga Makassar.
Inilah yang penulis kritisi.
Massifnya pembangunan infrastruktur seakan peduli kepada rakyat, tetapi saat yang sama juga menzalimi rakyat karena paradigma pembangunan yang keliru.
Sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia Timur, Sulsel menjadi salah satu provinsi prioritas pembangunan infrastruktur di negeri ini.
Terlebih Sulsel mendeklarasikan diri sebagai provinsi ramah investasi, surga bagi investor, dan beraneka diksi yang
menegaskan bahwa Sulsel welcome terhadap pembangunan berbasis investasi.
Inilah potret pengelolaan sistem ekonomi ala kapitalisme.
Bergerak dalam transaksi utang, terlebih utang ribawi. Meniscayakan kerusakan dan menegasikan kesejahteraan.
Asas Pembangunan
Beragam bencana yang menimpa negeri ini, harusnya membuat rakyat introspeksi diri bahwa ada sesuatu yang salah.
Bencana lingkungan dan rusaknya tatanan sosial di masyarakat yang ditandai dengan banyaknya kriminalitas, menjadi alarm bahwa negeri ini sedang 'sakit'.
Kerusakan demi kerusakan terus terjadi. Baik yang dirasakan secara langsung maupun tidak langsung.
Kerusakan secara langsung bisa diindera dalam bentuk bencana alam dan rusaknya moral generasi.
Adapun bencana tidak langsung adalah rusaknya akidah umat akibat penerapan sistem Kapitalisme dengan asas sekuler-nya. Asas yang memisahkan agama dari kehidupan.
Implementasinya terlihat dalam kehidupan sosial hari ini. Orang boleh saja menjalankan ibadah mahdoh-nya (salat, puasa, dl.).
Saat yang sama juga melakukan transaksi yang tidak dibolehkan, misal dalam akad utang ribawi.
Padahal, Allah SWT sebagai Pencipta sekaligus Pengatur sangat jelas melarang aktivitas tersebut dan sangat mencela pemakan riba dan orang-orang yang terlibat di dalamnya.
| Mendobrak Sekat Pengawasan: Mengapa Partai Politik Adalah Jantung Pengawasan Partisipatif? |
|
|---|
| Mengeja Ulang Emansipasi |
|
|---|
| Save Our Planet: Ditengah Rapuhnya Gencatan Senjata |
|
|---|
| Kartini Hari Ini: Cahaya yang Diteruskan atau Nilai yang Ditinggalkan? |
|
|---|
| Pembentukan Provinsi Luwu Raya Berdasarkan Kepentingan Strategis Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dr-Suryani-Syahrir-ST-MT-Dosen-dan-Pemerhati-Sosial-7.jpg)