Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Politik Keseharian, Heidegger, dan Mahasiswa Kita

Bagi sebagian pihak, slogan itu dianggap berlebihan. Indonesia tak sedang mengalami gagal bayar utang negara.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Asratillah 

Heidegger menggunakan istilah “Dasein” untuk menggambarkan manusia sebagai makhluk yang selalu telah berada di dunia bersama orang lain.

Manusia bukan individu yang berdiri di luar realitas sosial dan mengamatinya dari kejauhan. Ia hidup di tengah sejarah, bahasa, tradisi, dan berbagai relasi yang membentuk cara pandangnya terhadap dunia.

Namun dalam kesehariannya, manusia sering kehilangan kemampuan untuk mempertanyakan makna dari dunia yang ia huni.

Ia larut dalam apa yang oleh Heidegger disebut sebagai “Das Man”, yaitu dunia anonim tempat seseorang berpikir, berbicara, dan bertindak sebagaimana kebanyakan orang bertindak.

Dalam kehidupan demokrasi kontemporer, “Das Man” menemukan bentuknya yang semakin canggih.

Ia hadir melalui banjir informasi media sosial, slogan politik yang terus diulang, narasi pembangunan yang diterima tanpa pertanyaan, serta keyakinan bahwa persoalan publik dapat diserahkan sepenuhnya kepada para pengelola negara.

Warga negara perlahan berubah menjadi penonton. Politik direduksi menjadi konsumsi informasi. Di tengah situasi seperti itu, ruang untuk mempertanyakan arah perjalanan bangsa menjadi semakin sempit.

Tatkala mahasiswa turun ke jalan dan menyuarakan kritik terhadap kebijakan negara, tindakan tersebut dapat dibaca sebagai upaya keluar dari kenyamanan “Das Man”. Mereka menolak menerima begitu saja berbagai narasi yang telah mapan.

Mereka memilih mengambil jarak dari arus opini dominan dan mempertanyakan kembali apakah pembangunan yang berlangsung benar-benar menghadirkan keadilan bagi masyarakat.

Dalam pengertian ini, demonstrasi bukan semata tindakan politik, melainkan juga tindakan eksistensial.

Heidegger memberikan perhatian khusus pada apa yang ia sebut sebagai Angst atau kecemasan.

Berbeda dengan rasa takut yang selalu memiliki objek tertentu, kecemasan muncul ketika manusia berhadapan dengan ketidakpastian yang lebih mendasar mengenai keberadaannya sendiri.

Kecemasan membuat manusia tersentak dari rutinitas dan memaksanya meninjau kembali jalan hidup yang sedang ditempuh. Dalam konteks sosial dan politik, kecemasan sering kali menjadi titik awal lahirnya kesadaran kritis.

Saya melihat demonstrasi mahasiswa tahun 2026 sebagai ekspresi dari kecemasan kolektif semacam itu.

Ia bukan hanya reaksi terhadap kenaikan harga pangan atau kritik terhadap program pemerintah tertentu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved