Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Politik Keseharian, Heidegger, dan Mahasiswa Kita

Bagi sebagian pihak, slogan itu dianggap berlebihan. Indonesia tak sedang mengalami gagal bayar utang negara.

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Asratillah 

Oleh: Asratillah

TRIBUN-TIMUR.COM - Kemarin siang hingga larut malam, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Keluarga Mahasiswa Institut Pertanian Bogor, serta berbagai organisasi masyarakat sipil memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta.

Mereka datang membawa sebuah slogan yang terdengar provokatif sekaligus mengganggu kenyamanan banyak kalangan, "Menuju Indonesia Bangkrut".

Bagi sebagian pihak, slogan itu dianggap berlebihan. Indonesia tak sedang mengalami gagal bayar utang negara.

Perekonomian nasional juga belum menunjukkan tanda-tanda kolaps sebagaimana yang pernah dialami sejumlah negara dalam sejarah modern.

Namun slogan politik tak selalu dimaksudkan sebagai deskripsi harfiah atas realitas. Ia sering hadir sebagai alarm yang berusaha membangunkan kesadaran publik yang mulai tertidur oleh rutinitas.

Dalam banyak kesempatan, pemerintah menunjukkan berbagai indikator ekonomi yang relatif positif. Produk Domestik Bruto Indonesia masih tumbuh di kisaran lima persen per tahun.

Inflasi umum berada dalam rentang yang masih terkendali jika dibandingkan dengan banyak negara berkembang lain.

Rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto juga masih jauh di bawah batas yang lazim dianggap berbahaya oleh lembaga keuangan internasional.

Dari sudut pandang makroekonomi, Indonesia memang belum berada di tepi jurang.

Namun kehidupan masyarakat tidak pernah sepenuhnya tercermin dalam angka-angka agregat. Di balik statistik yang tampak meyakinkan, terdapat pengalaman sehari hari yang jauh lebih kompleks.

Kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya transportasi yang meningkat, ketidakpastian lapangan kerja, dan tekanan ekonomi rumah tangga menjadi kenyataan yang dirasakan langsung oleh jutaan warga.

BPS menunjukkan bahwa kelompok pengeluaran terbesar rumah tangga Indonesia masih didominasi oleh kebutuhan pangan.

Ketika harga beras, minyak goreng, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan, dampaknya terasa lebih nyata dibandingkan pertumbuhan ekonomi yang diumumkan dalam konferensi pers resmi.

Di sinilah letak sumber kegelisahan yang mendorong mahasiswa turun ke jalan. Mereka tak hanya mempersoalkan angka angka ekonomi.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved