Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

MBG Sunnah Rasul

Mereka menilai program ini biasa saja, jika berjalan tidak perlu dipermasalahkan, sebaliknya jika ditiadakan pun masyarakat tidak dirugikan.

Tayang:
Dokumen Pribadi/Dr Ilham Kadir
PENULIS OPINI - Foto Dr Ilham Kadir MA yang dikirimkan kepada Tribun Timur pada, Kamis (2/10/2025). Dr Ilham Kadir merupakan alumni Pesantren Darul Huffadh Tuju-tuju yang kini berstatus Dosen UNIMEN. 

Hadis ini menyiratkan bahwa memberi makan orang lain posisinya sama dengan memberi salam pada orang lain.

Artinya, siapa pun itu, kenal atau tidak kenal sangat disunnahkan bagi kita untuk berbagi makanan sebagai tanda baiknya agama seorang muslim.

Tidak sampai di situ, kali ini tidak lagi atas nama agama, bersifat inklusi dan pluralis namun bukan paham pluralisme.

Ketika Nabi bersabda, Orang terpilih dari kalian adalah orang yang memberi makan [khiyarukum man ath'ama ath-tha'am], (HR. Ahmad & Hakim).

Bahkan bagi yang gemar memberi makan sesama, akan mendapat ganjaran khusus di akhirat kelak, yang fasilitas surganya beda dengan penghuni lainnya.

Tapi ini syaratnya harus beriman. Sabda Kanjeng Nabi, "Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya bisa dilihat dari dalamnya dan bagian dalamnya terlihat dari luarnya.

Sahabat bertanya, Untuk siapakah gerangan surga semewah itu? 'Untuk orang yang berbicara baik, memberi makan orang lain, mendirikan shalat malam ketika orang lain sedang terlelap,' (HR. Thabrani).

Jika merujuk pada dalil adat atau budaya orang-orang Indonesia-Malaysia pun sangat menganjurkan untuk saling berbagi makanan.

Kini dikenal saling mentraktir, dan fakta-fakta di lapangan membuktikan, siapa di antara sesama teman yang gemar bersedekah makanan maka ia yang paling dibutuhkan.

Jika ingin sering-sering diundang ke warung, maka, rajinlah berbagi makanan dengan cara datang ke kasir, bayarkan makanan untuk kawan-kawan.

Begitu pula jika menggunakan dalil akal (aqli), seharusnya rakyat Indonesia bersyukur sebab ada program MBG.

Melalui program ini, anak-anak kita, tunas harapan bangsa dapat menikmati makanan bergizi dengan gratis.

Sebab sebagian besar masyarakat Indonesia hidup dalam kondisi pas-pasan bahkan memprihatinkan sehingga kepala keluarga tidak mampu menyediakan anak-anaknya makan yang berkualitas.

Berkaca pada masa lalu, baik ketika di Sekolah Dasar maupun setelah masuk Pondok Pesantren.

Lauk yang saya makan benar-benar seadanya, seringkali hanya nasi campur garam dan cabe, kadang kala, nasi putih campur minyak makan bekas (jelantah), itu pun rasanya nikmat sekali.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved