Salam Tribun Timur
Rumah Kos MBG
Program MBG lahir dengan narasi besar. Menyelamatkan gizi anak Indonesia. Mengurangi stunting. Menjamin masa depan generasi. Bahasanya heroik.
Tayang:
Editor:
Abdul Azis Alimuddin
Tribun-timur.com/ist
UNJUK RASA - Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Front Advokasi Anti Mafia MBG (FAM) berunjuk rasa di depan kantor Kejati Sulsel, Selasa (9/6/2026). Mereka mendesak Kejati Sulsel memeriksa korwil BGN dan petinggi SPPI di Sulsel terkait dengan penyimpangan dalam tata kelola yang dianggap tidak transparan.
Persoalan vendor.
Persoalan pembayaran.
Persoalan tata kelola.
Persoalan siapa menentukan harga.
Bahkan muncul kritik keras bahwa sebagian pengelola dapur hanya dijadikan semacam “kepala rumah kos”.
Mereka menyediakan bangunan, fasilitas, ruang dapur, bahkan investasi fisik.
Tetapi tidak memegang kendali penuh operasional.
Yang menentukan harga bahan pangan, pembelian barang, hingga alur pengadaan justru pihak lain.
Maka logika publik menjadi jungkir balik.
Dapurnya milik orang lain.
Gedungnya milik orang lain.
Risiko investasinya ditanggung mitra.
Tetapi keputusan ekonominya diatur pihak lain.
Kalau analogi kasarnya, pemilik hanya menjadi “pemilik kos”.
Yang lain tinggal, mengelola, mengatur isi rumah, lalu membayar sewa bulanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/demo-mbg-di-kejati-sulsel3.jpg)