Salam Tribun Timur
Alarm Pendidikan Sulsel Berbunyi Lagi
Mengundang tanda tanya besar. Ada apa dengan jabatan kepala sekolah? Padahal proses seleksi belum bisa disebut ringan.
TRIBUN-TIMUR.COM - Dunia pendidikan Sulawesi Selatan kembali menyuguhkan sesuatu yang terasa tak lazim.
Ketika banyak orang berlomba mengejar jabatan, kini justru beredar kabar sejumlah calon kepala sekolah SMA sederajat di Sulsel memilih mengundurkan diri.
Viral. Menjadi pembicaraan di media sosial.
Mengundang tanda tanya besar.
Ada apa dengan jabatan kepala sekolah?
Padahal proses seleksi belum bisa disebut ringan.
Pemerintah Provinsi Sulsel sudah membentuk tim pertimbangan.
Para calon telah mengikuti tahapan panjang: Computer Assisted Test (CAT), penilaian kompetensi, hingga wawancara.
Bahkan sebanyak 551 nama calon kepala sekolah telah sampai di meja Gubernur Sulsel untuk tahap akhir penentuan.
Namun di tengah proses itu, justru muncul fenomena tak biasa: calon yang memilih mundur.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel menyebut pengunduran diri itu hal wajar.
Alasannya: ketidakmampuan memenuhi target kinerja.
Penjelasan itu mungkin benar secara administratif.
Tetapi publik berhak bertanya lebih jauh.
Sebab pengunduran diri massal—jika benar terjadi dalam jumlah besar—tidak pernah bisa dibaca sekadar persoalan personal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260205_KEPALA-SEKOLAH-BARU_kepsek-baru-muhammadiyah.jpg)