Salam Tribun Timur
Rumah Kos MBG
Program MBG lahir dengan narasi besar. Menyelamatkan gizi anak Indonesia. Mengurangi stunting. Menjamin masa depan generasi. Bahasanya heroik.
Tayang:
Editor:
Abdul Azis Alimuddin
Tribun-timur.com/ist
UNJUK RASA - Puluhan mahasiswa yang menamakan diri Front Advokasi Anti Mafia MBG (FAM) berunjuk rasa di depan kantor Kejati Sulsel, Selasa (9/6/2026). Mereka mendesak Kejati Sulsel memeriksa korwil BGN dan petinggi SPPI di Sulsel terkait dengan penyimpangan dalam tata kelola yang dianggap tidak transparan.
Mereka berunjuk rasa di depan Kantor Badan Gizi Nasional di Jakarta.
Memprotes penghentian operasional sepihak dan keterlambatan pembayaran.
Nilai kerugiannya disebut miliaran.
Mereka mengaku menanggung beban investasi besar.
Dapur berhenti.
Pembayaran tersendat.
Operasional menggantung.
Di titik ini, publik tentu mulai bertanya: Sebenarnya siapa yang paling lapar dalam program makan gratis ini?
Anak-anak?
Atau justru ekosistem bisnis di sekelilingnya?
Pertanyaan ini penting.
Karena sejak awal MBG memang dipromosikan sebagai proyek kemanusiaan.
Proyek gizi.
Proyek masa depan anak bangsa.
Tetapi yang belakangan muncul justru aroma rebutan proyek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/demo-mbg-di-kejati-sulsel3.jpg)