Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Perilaku Komunikasi Bertema Lagu MBG

Tak tanggung lagi, anak-anak yang masih dibangku sekolah dasar, sangat heboh melantunkan lirik lagu sambil bermain.

Tayang:
Tribun-timur.com
OPINI - Hudzaifah Kadir, S.Ksi.,M.I.Kom, Praktisi Media & Wirausaha UMKM 

Kenapa dikatakan sindiran?

Terlepas dari berbagai kontroversi ataupun dukungan yang mengiring Ketua Partai Golkar tersebut, justru masyarakat akan merasakan dampak berbeda, yakni peran perilaku seorang akan berubah secara tidak stabil, hingga merasakan ada kepentingan yang sangat krusial untuk diselesaikan, padahal Negara kita sedang tidak baik-ada ada saja.

Sebagaimana pengaruh dari lagu viral tersebut, akan berdampak secara psikologis dan ini dijelaskan pada kutipan seorang Psikiater RS Marzoeki Mahdi Bogor, dr. Lahargo Kembaren, Sp.KJ, mengatakan lagu viral yang terus terngiang di kepala sebenarnya merupakan fenomena psikologis yang normal dan dikenal dengan istilah earworm atau Involuntary Musical Imagery (IMI).

Pada deretan jangka pendek, earworm umumnya tidak berbahaya.

Bahkan sebagian orang, fenomena ini bisa meningkatkan suasana hati, menghadirkan rasa senang, menjadi hiburan ringan, hingga memunculkan rasa kebersamaan karena mengikuti tren.

Namun, jika berlebihan, lagu yang berulang terngiang dapat mengganggu fokus, menurunkan produktivitas, sulit tidur, hingga menimbulkan rasa jengkel, terutama bagi orang yang sedang mengalami kecemasan.

Kondisi dan perilaku saat ini, perlu menjadi kewaspadaan bagi kita.

Musik atau lagu yang mudah diingat hingga menularkan perilaku ketidakbiasaan, akan berdampak dan merusak sensor jangka Panjang kita, yang semestinya keadaaan ini tidak perlu menjadi popularitas yang kokoh, seolah tidak ada lagi urusan yang lebih layak dilakukan ditengah loncatan nilai rupiah yang terus tidak membawa kesenjangan sosial.

Figur yang selayaknya memberikan kesenjangan sosial yang setara adil dan makmur, justru dengan senangnya diperlakukan dengan kecerdasaan buatan.

Padahal ini bukan hiburan bagi rakyat yang tiap hari hanya bersantap dengan ‘Mas Bahlil Ganteng’.

Pentingnya perilaku komunikasi, sesungguhnya telah menjadi kesadaran yang luas di masyarakat.
Namun, tingkat kesadaran dan implementasinya masing-masing orang berbeda.

Ada yang kesadarannya sudah tinggi dan didukung dengan pemahaman yang baik tentang komunikasi. Ada juga yang kesadarannya rendah.

Kenapa demikian? Lagu viral yang identik dengan sosok figur, akan terus berupaya mencari keseimbagan sikap, tanpa kata lelah atau menyerah.

Hadirnya lirik lagu tersebut, dengan sebutan MBG ‘Mas Bahlil Ganteng’ justru menjadi sarapan tanpa nutrisi.

Dengan begitu, perilaku sindir saat ini sangat mudah dilakukan bagi siapa saja, ditambah dengan kemudahan teknologi digital berbasis kecerdasaan buatan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved