Opini
Pesan Kemanusiaan di Puncak Ketaatan Berkurban
Ketaatan yang didasari oleh rasa tulus dan ikhlas tidak muncul begitu saja di dalam diri seorang hamba.
Tanpa terasa, kuku dan rambut terus memanjang sebagai tanda kehidupan yang terus berjalan atas izin-Nya.
Kasih sayang Allah begitu luas dan menciptakan kehidupan yang sangat nyaman.
Dengan keluasan hidup yang Allah berikan kepada manusia, Allah kemudian memberi petunjuk untuk senantiasa beribadah dan hanya memohon pertolongan kepada-Nya.
Ujian terbesar yang Allah berikan kepada manusia tampak ketika Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putra semata wayangnya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.
Perintah itu dijalankan dengan penuh kepatuhan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai hamba yang senantiasa sabar menjalankan perintah-Nya.
Di puncak ketaatan itu, kesiapan hamba untuk menjalankan perintah Allah telah sempurna.
Akan tetapi, ketaatan tersebut diapresiasi dengan petunjuk bahwa manusia tidak pantas dikurbankan sehingga digantikan dengan hewan kurban untuk disembelih. Adapun dagingnya dibagikan kepada mereka yang berhak menerimanya.
Pesan kemanusiaan dari peristiwa ini adalah bahwa dalam situasi dan kondisi apa pun, manusia tidak boleh dikurbankan, disakiti, bahkan dibunuh, apalagi hanya karena amarah atau kepentingan tertentu.
Dalam menjalankan perintah Allah, manusia harus senantiasa mewujudkan manifestasi kedekatannya kepada Allah dengan menebarkan benih-benih kasih sayang kepada sesama.
Daging kurban yang dibagikan kepada yang berhak menerimanya merupakan pesan kemanusiaan bahwa di dalam diri sesama manusia terdapat tanda kasih sayang yang tumbuh dan berkembang.
Karena itu, pantang bagi seorang hamba untuk menyakiti, terlebih tega membunuh sesama manusia.
Allah sangat memahami manusia dengan segala sumber kehidupan yang tumbuh dan berkembang di dalam dirinya, dari unsur langit dan bumi yang memiliki sifat dan tabiat cenderung merusak bahkan membawa musibah tanpa tanggung jawab.
Dalam keadaan yang begitu kompleks dan penuh potensi kezaliman, manusia diajarkan untuk tunduk, patuh, dan taat, serta mengambil pelajaran besar bahwa semakin dekat seseorang kepada Allah, semakin besar pula rasa kemanusiaan di dalam dirinya.
Pesan kemanusiaan ini lebih ditekankan oleh Allah bahwa atas perintah-Nya pun seorang manusia tidak pantas dikurbankan, melainkan diganti dengan hewan kurban.
Apalagi jika hanya karena amarah dan merasa lebih berkuasa atau lebih kuat dari yang lain sehingga tega menyakiti bahkan membunuh sesama manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-20-A-Rahman.jpg)