Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Hari Keanekaragaman Hayati International

Intinya berupa aksi kecil di daerah bisa berdampak besar buat keanekaragaman hayati dunia. 

Tayang:
Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/ist
OPINI - Djusdil Akrim Praktisi Industri dan Pemerhati Lingkungan 

Maka yakin target lepas landas sudah tercapai, minimal didepan mata untuk diraih. Alasannya tentu sederhana karena Republik ini dianugerahi kekayaaan alam yang luar biasa dari Allah SWT.

Indonesia sebagai Titik Nol Biologi Modern

Charles Darwin sebagai sosok tunggal di balik teori evolusi pada abad ke-19. Tapi sejarah sering melupakan bahwa lompatan besar pemikiran tersebut dipicu oleh sebuah surat yang dikirim dari sebuah rumah kecil di Ternate pada tahun 1858.

Dari seorang Geologist, penjelajah alam asal Inggris yang sedang terbaring lemas karena serangan malaria disela-sela ekspedisinya.

Saat menggigil akibat demam tropis, pasien mendapat kilatan inspirasi mengenai bagaimana spesies berubah dan beradaptasi melalui seleksi alam.

Alfred Russel Wallace menghabiskan delapan tahun di Nusantara untuk mengumpulkan ribuan spesimen, mulai dari burung cendrawasih yang eksotis hingga berbagai jenis serangga unik.

Spesies yang tidak mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan punah, sementara yang mampu bertahan akan meneruskan sifat-sifat unggulnya kepada generasi berikutnya.

Prinsip sederhana namun revolusioner ini lahir dari observasi mendalam Wallace terhadap kekayaan hayati di tanah Maluku.

Peristiwa ini menandai kelahiran resmi teori evolusi melalui seleksi alam yang menjadi fondasi seluruh ilmu biologi dan kedokteran modern hingga hari ini.

Dunia mungkin mengenal teori ini sebagai Darwinisme, namun sejatinya benih intelektualnya disemai di hutan-hutan Maluku.

Surat dari Ternate adalah bukti permanen bahwa Indonesia bukan sekadar objek dalam sejarah dunia, melainkan tempat di mana rahasia terbesar tentang asal-usul kehidupan di bumi terpecahkan.

Nusantara Hotspot terumbu karang dunia

Posisi Indonesia tepat di khatulistiwa yang berbentuk kepulauan menjadi pertemuan lempeng tektonik.

Sehingga mempunyai 47 ekosistem alami: dari mangrove, padang lamun, terumbu karang, hutan dataran rendah, hutan pegunungan, hingga salju abadi di Papua, Bahkan nusantara ini berada di jantung Coral Triangle.

Ada 76 % spesies karang dunia dan 37 % spesies ikan karang ada di sini. Air hangat khatulistiwa akibat penyinaran matahari yang stabil.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved