Kolom Teropong
Hancur
Aturan yang mengikat diabaikan dengan seenaknya. Seharusnya aturan untuk menjaga ketertiban, malah justru dirusak dengan sikap arogan.
Abdul Gafar
Pendidik di Departemen Ilmu Komunikasi Unhas Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM - Hari ini persoalan hancur dan menghancurkan dianggap sudah biasa.
Dunia pun akan dihancurkan ketika hari Kiamat.
Kehancuran di dunia adalah sebuah kepastian yang disengaja.
Ini terlihat dalam skala lokal, regional, maupun global.
Sikap ‘jagoan’ diperagakan tanpa alasan kemanusiaan yang beradab.
Pihak yang merasa kuat selalu memulai perseteruan.
Aturan yang mengikat diabaikan dengan seenaknya.
Seharusnya aturan untuk menjaga ketertiban, malah justru dirusak dengan sikap arogan.
Terjadi Hukum Rimba, siapa kuat dialah yang menang.
Apabila kita berbicara penegakan hukum, itu benar dalam konsep dan teori.
Tetapi faktanya, justru itu bertentangan.
Perdebatan-perdebatan sengit terjadi saling menyerang.
Terkadang kontroversi bergeser jauh dari perdebatan.
Perdebatan menjadi menarik sebagai hiburan konyol yang menyesakkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Abdul-Gafar-78.jpg)