Salam Tribun Timur
Kemenangan Bersama dalam Penertiban yang Tertib
Tetapi di samping tol Barawaja, Kelurahan Karuwisi Utara, kita melihat wajah lain dari penataan kota: dialog. 16 lapak dibongkar, Jumat, 15 Mei 2026.
Penertiban selalu gagal tertib karena caranya keliru.
Negara datang tiba-tiba.
Menggusur tanpa bicara.
Lalu pergi meninggalkan luka.
Di Barawaja, pola itu tidak terjadi.
Di sini, negara memilih berbicara lebih dulu.
Hasilnya keren.
Warga memilih mengalah tanpa merasa dikalahkan.
Namun apresiasi tidak boleh membuat kita berhenti pada euforia keberhasilan proses.
Pertanyaan berikutnya tetap harus dijawab: setelah dibongkar, ke mana mereka pergi?
Inilah titik krusial yang tidak boleh diabaikan.
Penertiban yang berhasil secara sosial harus dilanjutkan dengan solusi yang adil secara ekonomi.
Jika tidak, kesadaran yang hari ini tumbuh bisa berubah menjadi kekecewaan di kemudian hari.
Maka langkah berikutnya harus tegas.
Pemerintah kota perlu memastikan adanya ruang alternatif bagi para pedagang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/penertiban-lapak-liar-di-kawasan-Samping-Tol-Barawaja.jpg)