Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

PSM vs Persib: Satu Laga, Seribu Makna

Ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa posisi papan bawah hanyalah anomali, bukan representasi kualitas mereka yang sebenarnya.

Tayang:
TRIBUN TIMUR/Ist
OPINI - Hidayat Marmin Tayjeb, Dosen Universitas Bosowa / Pemerhati PSM Makassar 

Suporter sudah cukup bersabar dengan dinamika non-teknis, mulai dari persoalan finansial hingga keterlambatan gaji yang sempat mencuat dan mengganggu fokus tim, hasil-hasil minor di sepanjang musim ini tidak boleh dipandang sebagai kegagalan permanen, melainkan sebagai proses pendewasaan dan pelajaran berharga bagi jajaran manajemen.

Kita semua menaruh optimisme besar bahwa manajemen akan menjadikan pengalaman musim ini sebagai titik balik untuk berbenah secara menyeluruh.

Dengan perencanaan yang lebih matang dan pengelolaan yang semakin profesional, kita percaya PSM Makassar akan kembali ke khitahnya sebagai kekuatan utama sepak bola nasional.

Melalui sinergi antara manajemen yang tangguh, tim yang solid, dan dukungan suporter yang tak pernah padam, masa-masa sulit ini akan bertransformasi menjadi energi positif untuk membangun kejayaan yang lebih stabil di musim depan.

Kita tidak ingin melihat PSM hanya “sekadar bertahan”.

Manajemen harus segera melakukan evaluasi menyeluruh dan perencanaan yang lebih profesional menyongsong musim depan.

Membenahi pondasi klub adalah cara terbaik untuk menghargai semangat Siri’ na Pacce yang selalu diteriakkan para suporter dan pemain di lapangan.

Jangan biarkan marwah tim sebesar PSM Makassar kembali dipertaruhkan hanya karena ketidaksiapan manajerial.

Lebih dari Tiga Poin

Laga nanti bukan sekadar mengejar tiga poin tambahan.

Laga ini bermakna tentang penghormatan kepada suporter yang tak lelah bersuara di tribun, tentang menjaga wibawa kandang, dan tentang menutup musim dengan kepala tegak.

Jika PSM mampu menumbangkan sang calon juara, kemenangan itu akan dikenang lebih lama daripada deretan kekalahan di awal musim. Itulah makna terdalam dari laga ini.

Sebab di Makassar, sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, tapi soal bagaimana Anda memperjuangkan harga diri hingga peluit panjang dibunyikan. Ewako!

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved