Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Literasi Ulama

Haul Ke-5 AGH. Sanusi Baco

Beliau wafat 15 Mei 2021 tepat 5 tahun yang lalu. Sosoknya dirindukan semua kalangan yang pernah berinteraksi dengannya.

Tayang:
Ist
oOPINI - Firdaus Muhammad, Pembina Pesantren An-Nahdlah, Dosen UIN Alauddin dan Pengurus MUI Sulsel 

Sanusi seperti tidak percaya bahwa “malaikat” penjaganya di dunia itu telah pergi untuk selama-lamanya.

Ia hanya berucap lirih, “Engkau ibuku, sungai kerinduanku… sepanjang hidupku tak pernah sekalipun melihat keningmu berkerut. Engkau senantiasa pandai menyembunyikan segenap dukamu di hadapan anaknya”.

AGH. Sanusi Baco Lc tak bisa menghitung jasa kebaikan dan keteladanan ibu yang melahirkannya pada tanggal 3 April 1937 di Desa Talawe Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Talawe desa terpencil berjarak 7 kilo meter dari kota, berada di utara Maros, di daerah ituah ia dilahirkan dan dibesarkan dalam kesederhanaan.

Perjalanan hidupnya penuh suka dan duka.

Orang tuanya mendorongnya meraih cita-citanya dalam keterbatasan ekonomi.

Kebahagiaan pasangan Baco Daeng Naba dan Basse Daeng Ratu semakin tergenapkan dengan kehadiran putra keduanya yang diberi nama Sanusi.

Sekolah di SR Maros, Ia dikirim ke Mangkoso belajar di Pesantren DDI Mangkoso Barru yang dibina Anregurutta KH. Abdurrahman Ambo Dalle dan AGH. Amberi Said.

Kemudian kuliah di Makassar lalu ke Mesir.

Pulang dari Mesir mengabdi di UIN Alauddin sebagai dosen, mengajar di sejumlah STAI Al-Ghazali di daerah, Ketua Yayasan Masjid Raya dan Ketua Umum MUI.

Mendirikan Pesantren Nahdlatul Ulum.

Wafat 15 Mei 2021, dimakamkan di tanah kelahirnnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved