Opini Bachtiar Adnan Kusuma
Manusia Buku
Manusia buku adalah pribadi atau tokoh yang memiliki kepedulian tinggi atas tumbuhnya ekosistem perbukuan di Indonesia.
Berikutnya, mengapa minat baca rendah, apalagi kemampuan menulis kita?
Minat baca rendah karena adanya efek domino.
Misalnya saja, anak-anak akan lebih gemar menonton dan main game daripada membaca buku.
Ironisnya lagi, mereka lebih memilih mall atau main game di HP daripada menghabiskan waktunya membaca buku di perpustakaan.
Anak-anak kita nyaris waktunya habis di depan game sekitar 30-35 jam dalam sepekan.
Artinya, setahun anak-anak kita main game di depan laptop atau HP sekira 1.600 jam.
Padahal buku adalah gudangnya ilmu pengetahuan.
Dan, perpustakaan gudangnya buku.
Perpustakaan adalah “maha gudangnya” ilmu.
Kendatipun, kita seksamai bersama bahwa kondisi perpustakaan sekarang belum mampu menarik pelatuk animo anak-anak kita untuk berburu buku dan berburu menulis.
Darurat Figur Tokoh yang Pro Buku
Berkiblat pada pernyataan Dauzan Farouk bahwa senjata melawan kebodohan adalah buku.
Selain buku jendela dunia karena hanya dengan buku, maka berbagai ilmu pengetahuan ada di dalamnya.
Buku adalah jantungnya pendidikan.
Namun, ironisnya, Indonesia dengan jumlah penduduknya terbesar 288.315.899 juta jiwa hanya mampu menerbitkan buku baru pertahun sekira 128.814 tercatat di ISBN.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-02-23-Bachtiar-Adnan-Kusuma-8.jpg)