Opini
Dari Guru Honorer ke Dosen: Melihat Pendidikan dari Dua Dunia
Sebagai guru honorer, saya pernah memahami bagaimana rasanya bekerja dengan penuh tanggung jawab tetapi tanpa kepastian yang layak.
Tayang:
Editor:
Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Nur Afiaty Mursalim Dosen Prodi D4 Promosi Kesehatan FIKK UNM
Sudah terlalu lama dunia pendidikan di Indonesia dipertahankan oleh orang-orang yang bertahan karena hati mereka terlalu besar, bukan karena sistemnya sudah cukup adil.
Guru honorer mengajarkan saya tentang ketulusan. Dunia kampus mengajarkan saya tentang pentingnya gagasan.
Tetapi keduanya juga memperlihatkan satu kenyataan yang sama: pendidikan kita masih sering meminta banyak hal dari para pendidik, tanpa benar-benar memastikan mereka hidup dengan layak.
Pada akhirnya, membangun pendidikan bukan hanya tentang membangun sekolah dan kampus, tetapi juga tentang memastikan manusia-manusia di dalamnya tidak terus berjalan
sendirian.
Sebab pendidikan yang sehat hanya bisa lahir dari lingkungan yang juga memanusiakan para pendidiknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-07-Nur-Afiaty-Mursalim.jpg)