Kilas Tokyo
Karyawan Sejahtera
Secara umum, Jepang tidak menetapkan UMR nasional, tapi setiap prefektur menetapkan Upah Minimun masing-masing.
Dibayar perjam plus biaya transportasi.
Keempat, karyawan temporer melalui outscourcing, dikenal sebagai Haken Shain.
Hanya bekerja berdasar kesepakatan jangka waktu yang disepakati.
Lalu apakah pekerja Jepang bisa sejahtera secara ekonomi?
Jika melihat nilai, standar gaji pekerja sudah bisa hidup layak.
Secara umum, Jepang tidak menetapkan UMR nasional, tapi setiap prefektur menetapkan Upah Minimun masing-masing.
Untuk jenis pekerja Arubaito, upah Tokyo tahun lalu sekitar 1.226 Yen atau sekitar 130 ribu rupiah perjam.
Di prefektur lebih rendah, misalnya di Osaka hanya 1,177 yen perjam.
Sementara untuk jenis karyawan tetap Senshain, rata rata gaji mencapai 4,5 - 5,0 juta yen atau sekitar 480 - 530 juta pertahun sudah termasuk bonus.
Dari upah ini, apakah mereka bisa hidup layak nyaman?
Karyawan tetap Senshain Umumnya bisa hidup sangat nyaman.
Karena biaya hidup hidup senditi kurang lebih berkisar 150.000-200.000 ribu yen perbulan.
Meskipun gaji terkena potongan 20-30 persen untuk asuransi kesehatan, pensiun, pajak, tetap saja mereka bisa hidup nyaman dan menabung.
Bagi pekerja kontrak atau partime, mereka harus bekerja ekstra keras atau menambah penghasilan dari lembur.
Bagusnya, lowongan pekerjaan di Jepang cukup banyak tersedia.
Untuk bisa menghidupi keluarga, sangat banyak yang berusaha bekerja di dua tempat.
Kereta malam hari Jepang selalu dipenuhi wajah kelelahan atau tertidur kecapekan.
Perjuangan para pekerja mencari standar kehidupan nyaman sejahtera, bukan hanya di Indonesia saja.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Zulkifli-Mochtar-07032026.jpg)