Opini
Mubes dan Ujian Integritas IKA Unhas
Artinya, problem utama bukan pada kekurangan aturan, melainkan pada implementasi dan konsistensi.
Lebih dari itu, ia harus menjawab beberapa pertanyaan mendasar, diantaranya mau dibawa ke mana IKA Unhas ke depan?
Apakah tetap sebagai organisasi simbolik, atau menjelma sebagai kekuatan sosial yang nyata?
Apakah akan inklusif, atau justru semakin elitis?
Karena sejatinya, organisasi sebesar IKA Unhas tidak pernah kekurangan sumber daya.
Yang sering kurang adalah arah, konsistensi, dan keberanian untuk berbenah.
Pada akhirnya, AD/ART IKA Unhas bukanlah sekadar dokumen hukum dan konstitusi organisasi.
Ia adalah “janji kolektif” para alumni kepada almamater, kepada masyarakat, dan kepada dirinya sendiri.
Dan MUBES adalah momentum untuk memperbarui janji itu. Bukan sekadar memilih pemimpin baru, tetapi memastikan bahwa IKA Unhas tetap setia pada cita-cita awalnya untuk menjadi pelopor, bukan penonton; menjadi solusi atas masalah yang ada, bukan bagian dari masalah bangsa ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Asri-Tadda-lUWU-RAYA.jpg)