Opini Mahmud Suyuti
Harlah 92 Tahun Ansor: Bersatu, Berperan untuk Negeri
Selain itu, peran GP Ansor sejak awal datangnya Islam di negeri ini adalah mengawal para kiai/ulama...
Berperan untuk Negeri
GP Ansor dalam titah sejarahnya untuk negeri menjadi gerbong utama bangsa dalam melawan penjajah Belanda, dan menjadi gerbong kuat dalam memenangkan NU ketika menjadi partai politik, serta menjadi gerbong pamungkas dalam menumpas PKI di tahun 1965.
Sampai saat ini, gerbong GP Ansor semakin besar dan panjang memiliki jaringan terluas sampai ketingkat desa, dusun dan pedalaman terpencil di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu, peran GP Ansor sejak awal datangnya Islam di negeri ini adalah mengawal para kiai/ulama sebagaimana kaum Ansor di Madinah menjadi pengawal Nabi SAW.
Para sahabat bersama Nabi SAW ketika itu berhijrah hampir dengan tangan kosong, kaum Ansor berperan dalam menyediakan tempat penampungan para Muhajirun dan meyediakan segala fasilitas dan sarana prasarana bagi Nabi SAW guna pembinaan umat.
Sekarang ini, GP Ansor selain pengawal para ulama sebagai pewaris Nabi SAW, juga berperan sebagai pelayan para kiai dalam kegiatan pembinaan umat.
Oleh karena itu, GP Ansor merupakan pemuda pilihan yang harus relah dipilih untuk mengorbakan dirinya berperan demi agama dan bangsa, NKRI, sesuai khittahnya, hubbul wathan minal iman, cinta terhadap tanah air, bangsa dan negara bagian dari iman.
Sebagai pemuda pilihan, generasi pelanjut yang memiliki multi peran maka kader-kader GP Ansor senantiasa diberi pembinaan dan penguatan karakter melalui pelatihan-pelatihan secara rutin atau berskala dalam bentuk PKD (Pelatihan Kader Dasar) dan PKL (Pendidikan Kader Lanjutan) yang bermutu dan berkualitas, sehingga diharapkan mampu menambah wawasan mengenai prinsip dan karakter kepemimpinan bagi para kader GP Ansor dalam membawa perannya yang lebih besar.
Sekarang dan tentu saja kedepan nantinya, kader GP Ansor tetap bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang cerdas, bijak, dan sederhana sebagai implementasi dari nilai-nilai karakter yang telah diperoleh dari materi-materi yang telah diberikan pada setiap pelatihan, terutama penanaman nilai karakter Ahlussunnah Waljamaah, yang mengedepan zikir, pikir, dan amaliyah.
Zikir bagi kader GP Ansor sebagai wadah mengasah diri dalam berkhidmah kepada Allah. Pikir untuk berkhidmah terhadap dirinya sendiri.
Amaliyah sosial sebagai implementasi berkhidmah untuk kemaslahatan umat. Khusus di Momen Harlah ke 92 ini, Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulawesi Selatan bersama segenap Pimpinan Cabang memusatkan kegiatan zikiran di Kabupaten Wajo.
Selamat berjuang GP Ansor yang saat ini konsen merayakan momentum hari lahirnnya yang ke 92 sebagai muhasabah untuk mengibarkan panji gerakan NU, membumikan Aswaja, membela agama bangsa negeri, NKRI, seribu rintangan patahkan semua.
Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-05-Mahmud-Suyuti.jpg)