Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mahmud Suyuti

Menyoal Pernyataan Jusuf Kalla: Kontroversial Makna Syahid dan Mati Konyol

Mati syahid itu, jika terjadi di medan jihad. Namun jika terjadi di medan konflik dengan alasan agama adalah mati konyol.

TRIBUN TIMUR/ist
OPINI - Mahcmud Suyuti, Dosen Hadis Universitas Islam Makassar. 

Tetapi, justru pada beberapa kasus ada umat yang secara nyata memerangi orang-orang dianggap sebagai musuhnya dengan dalih jihad dan berharap ingin mendapatkan mati syahid.

JK mencontohkan kasus konflik Poso dan Ambon awal tahun 2000-an umat Islam dan Kristen bermusuhan.

Pelaku jihad masing-masing agama yang berbeda memegang doktrin terbunuh dalam jihad adalah syahid.

Setelah konflik tersebut, muslim dan non-muslim hidup rukun dan damai maka doktrin yang tadi tidak berlaku lagi.

Doktrin membunuh dan bunuh diri dalam kondisi kondusif masing-masing agama bersikap moderat, mengutamakan moderasi beragama.

Karena itu jihad terhadap non-muslim tidak selamanya harus dikonotasikan perang saling membunuh satu sama lain untuk menjadi syahid.

Bunuh Diri Pelaku Teroris

Apakah orang yang berani terjun ke medan perang sama dengan bunuh diri?

Jawabnya, bunuh diri adalah tindakan atau perbuatan yang kalau dilakukan maka pasti nol persen peluangnya untuk dapat hidup.

Bagi teroris, menyerang musuh seraya mengikatkan di badan bahan peledak (bom) pasti itu adalah bunuh diri karena tak lagi ada peluang sedikit pun untuk mempertahankan hidup dan 100 persen pasti mati.

Sebaliknya, pasukan jihad yang maju ke medan perang, tentu tidaklah dengan prinsip bahwa ia pasrah menyerahkan dirinya untuk mati di hadapan musuh.

Jadi, bagi pelaku jihad, jika ia mati adalah syahid dan surga pahalanya.

Sedang pelaku teroris, singkat cerita, matinya pasti konyol karena ia bunuh diri yang berakibat neraka.

Khalid Ibn Walid, salah seorang sahabat Rasulullah SAW, mantan panglima dikenal sangat berani dalam memimpin perang, bahkan juga dikenal sangat ingin mati syahid di perang.

Tetapi, Khalid bersedih ketika berbaring sakit di pembaringannya karena menyadari sakitnya itu akan membawanya kepada umatnya, kenapa ia tidak syahid di pertempuran.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Tangguh Bertahan

 

Tangguh Bertahan

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved