Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mustamin Raga

Kepala Daerah di Tengah Pusaran Efisiensi dan Program Top-down Pusat

Ia membawa istilah-istilah yang terasa asing di telinga rakyat: efisiensi anggaran, optimalisasi program, prioritas nasional.

dok.tribun
PENULIS OPINI - Mustamin Raga, Penulis Buku Money Politycs dan Demokrasi Elektoral. 

Namun selama ia masih bisa menjaga satu hal—bahwa rakyatnya tidak sepenuhnya ditinggalkan—maka ia masih berdiri di tempat yang benar.

Dalam situasi zaman yang selalu menuntut laporan dan indikator, kepala daerah adalah satu dari sedikit orang yang masih harus merasakan denyut kehidupan secara langsung.

Ia tidak bisa bersembunyi di balik angka.

Ia harus hadir, bahkan ketika kehadirannya tidak selalu membawa jawaban.

Dan di situlah letak kelelahan yang paling menyentuh.

Bukan karena banyaknya pekerjaan, tetapi karena beratnya menjadi penanggung dari sesuatu yang tidak sepenuhnya ia kendalikan.

Namun di balik semua itu, ada satu hal yang membuatnya tetap bertahan yakni Kesadaran bahwa setiap keputusan, sekecil apa pun, bisa menjadi perbedaan bagi seseorang di luar sana.

Seorang anak yang tetap bisa sekolah.

Seorang petani yang tetap bisa menanam. Seorang keluarga yang tetap bisa berharap.

Dan mungkin, dunia tidak akan mencatat itu.

Tidak akan ada laporan khusus tentang keputusan-keputusan kecil yang menyelamatkan banyak hal. 

Tetapi kepala daerah tahu.

Ia tahu bahwa kepemimpinan sejati tidak selalu bersuara lantang.

Kadang ia hanya berupa keteguhan untuk tetap berpihak, bahkan ketika ruang untuk berpihak semakin sempit.

Di tengah pusaran efisiensi dan derasnya program dari atas, kepala daerah bukan sekedar pelaksana. Ia adalah penjaga keseimbangan.

Ia adalah mereka yang berdiri di antara tekanan dan harapan, antara aturan dan hati nurani.

Dan selama ia masih memilih untuk mendengar suara rakyat—meski pelan, meski nyaris tenggelam—maka ia belum kehilangan arah.

Karena  yang membuat seorang kepala daerah layak dikenang bukanlah seberapa taat ia pada sistem, tetapi seberapa dalam ia menjaga manusia-manusia yang ada di dalamnya.

Dan dalam sunyi yang panjang itu, ia harus terus kuat bertahan.

Bukan hanya bertahan sebagai pejabat, tetapi sebagai seseorang yang memilih untuk tetap mengabdi dan peduli.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved