Opini Mustamin Raga
Kepala Daerah di Tengah Pusaran Efisiensi dan Program Top-down Pusat
Ia membawa istilah-istilah yang terasa asing di telinga rakyat: efisiensi anggaran, optimalisasi program, prioritas nasional.
Mengurangi anggaran bukan hanya memotong angka.
Ia adalah memutus sebagian harapan.
Dan setiap kali ia menandatangani pengurangan itu, sesungguhnya ia sedang berdialog dengan nuraninya sendiri.
"Apakah ini masih adil?"
"Apakah ini masih berpihak?"
Tidak semua orang melihat pergulatan batin seorang kepala daerah seperti itu.
Di luar sana, masyarakat hanya melihat hasil akhir.
Ketika bantuan berkurang, yang disalahkan adalah pemerintah daerah.
Ketika proyek tertunda, yang disorot adalah kepala daerah.
Ketika jalan rusak dan berlobang yang disalahkan adalah kepala daerah.
Ia menjadi wajah paling dekat dari kebijakan yang sering kali lahir jauh dari jangkauan tangannya.
Namun ia tidak mengeluh. Karena ia tahu, menjadi kepala daerah bukan soal kenyamanan.
Ia adalah tentang kesediaan untuk disalahpahami, demi tetap menjaga sesuatu yang lebih besar, yakni kehadiran negara di tengah-tengah rakyatnya.
Ada malam-malam ketika ia duduk lebih lama dari biasanya, menatap peta wilayahnya.
Bukan sebagai wilayah administratif, tetapi sebagai ruang hidup yang berdenyut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/17102025_Mustamin-Raga.jpg)