Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mustamin Raga

Literasi dan Kemiskinan

Literasi bukan sekadar membaca, tapi cahaya yang menuntun keluar dari kemiskinan pikiran. Tanpa literasi, bantuan hanya menenangkan lapar sesaat.

|
Tribun Timur
PENULIS OPINI - Mustamin Raga. Ia mengirim foto pribadi ke tribun untuk melengkapi opini berjudul Literasi dan Kemiskinan. Mustamin Raga merupakan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa 

Literasi dan Kemiskinan

Oleh: Mustamin Raga

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gowa

 

TRIBUN-TIMUR.COM - Hari untuk Mengingat, Hari untuk Bertanya.

Setiap tanggal 17 Oktober, dunia memperingati International Day for the Eradication of PovertyHari Pengentasan Kemiskinan Sedunia.

Seperti biasa, akan ada seminar, spanduk, pidato pejabat, dan janji-janji baru yang kerap berakhir menjadi gema di ruang kosong.

Namun di balik upacara itu, ada pertanyaan yang tak pernah benar-benar dijawab: 

Mengapa kemiskinan terus beranak-pinak di negeri yang katanya kaya?

Mungkin karena kita selama ini lebih sibuk mengentaskan kemiskinan perut daripada kemiskinan pikiran.

Kita memberi beras, tapi tak memberi kesadaran.

Kita membangun rumah, tapi tidak menyalakan akal. 

Kita bagikan bantuan, tapi tidak membangunkan jiwa dari tidur panjang ketidaktahuan.

Maka setiap kali hari itu tiba, kita bukan sedang merayakan keberhasilan, melainkan sedang berkaca pada wajah yang sama: wajah bangsa yang belum cukup literat untuk benar-benar merdeka dari kemiskinan.

Kemiskinan yang Bertumbuh di Kepala

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved