Opini Ahmad Arfah
Pengesahan Dirjen Pesantren, Merawat Warisan Ulama dalam Arsitektur Negara
Ia adalah pengakuan simbolis sekaligus struktural bahwa pesantren kini mendapat tempat yang utama dalam arsitektur negara Indonesia.
Tayang:
Editor:
Abdul Azis Alimuddin
Salah satu kurikulum pesantren yang berbasis kitab klasik melatih kemampuan berpikir kritis melalui tradisi musyawarah dan 'bahtsul masail', sebuah metode diskursif, tidak jauh berbeda dari case-based learning yang saat ini dikembangkan di dunia pendidikan.
Pesantren juga harus berada dalam kondisi optimal. Ketimpangan kualitas antarwilayah masih mencolok.
Sebagian pesantren masih bergulat dengan keterbatasan infrastruktur dan akses terhadap teknologi.
Ada pula terkait tantangan regenerasi.
Ini adalah pekerjaan rumah nyata yang menuntut pembuktian lewat kualitas lulusan, keterbukaan kurikulum, dan keberanian berinovasi, serta tetap berkontribusi.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-01-07-Ahmad-Arfah-SS-MHum.jpg)