Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Ahmad Arfah

Pengesahan Dirjen Pesantren, Merawat Warisan Ulama dalam Arsitektur Negara

Ia adalah pengakuan simbolis sekaligus struktural bahwa pesantren kini mendapat tempat yang utama dalam arsitektur negara Indonesia.

Tayang:
TRIBUN TIMUR/Ist
OPINI - Sulolipu Institue/ASN Kemenag Makassar 

Hingga saat ini, situasi pesantren di Indonesia kadang masih dianggap jauh dari sempurna. Ribuan pesantren kecil di daerah terpencil belum terdata dengan baik.

Pemerataan akses pembiayaan adalah keadilan paling dasar yang bisa diberikan negara kepada pesantren.

Di satu sisi, pesantren menghadapi ancaman infiltrasi ideologi transnasional yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lilalaimin.

Penegasan Dirjen Pesantren ini bukan sekadar masalah gengsi; ini soal kapasitas birokrasi.

Dengan Dirjen yang mandiri berarti pejabat setingkat eselon I yang hadir langsung dalam pengambilan keputusan-keputusan di negara.

Belum lagi soal koordinasi lintas Kementerian, karena pesantren bukan hanya entitas pendidikan; ia adalah ekosistem sosial, ekonomi, dan keagamaan.

Pemberdayaan ekonomi santri, kesehatan pondok, hingga digitalisasi pesantren, dan hal ini membutuhkan koordinasi lintas Kementerian.

Dirjen setingkat eselon I memiliki posisi tawar yang jauh lebih kuat dalam koordinasi semacam ini.

Pesantren telah lama membangun bangsa dari tepi, dari halaman belakang sejarah pendidikan nasional.

Sudah saatnya ia diberikan tempat yang layak. Pembentukan Dirjen Pesantren bukan sekadar perubahan struktur birokrasi, ini adalah pengakuan negara yang jujur terkait kontribusi dan kapasitas pesantren.

Dirjen Pesantren tidak boleh juga menghilangkan DNA dan tradisi kemandirian, pesantren tidak menunggu subsidi untuk mendidik, tidak menunggu regulasi untuk berinovasi.

Negara harus bijak membaca kondisi ini. Kehadiran Dirjen Pesantren berfungsi sebagai fasilitator dan katalisator.

Sungguhpun demikian, dengan segala bentuk independensi dan kemandiriannya, pesantren tetap ikhlas dan istiqamah berdiri tegak untuk membina anak-anak bangsa.

Pembentukan Dirjen Pesantren adalah keputusan yang mengandung amanah peradaban.

Jutaan santri, ribuan kiai, dan ratusan tahun sejarah menjadi muara kebijakan yang akan lahir dari meja direktorat ini. Pondok Pesantren memiliki keunggulan komparatif.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved