Opini Ilham Kadir
Perang Peradaban
Sikap yang bijak adalah menjaga prinsip akidah, sembari tetap konsisten pada nilai keadilan dan kemanusiaan universal.
Tetap kekayaan alam seperti kelapa sawit, nikel, aspal, batubara, dan sejenisnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sumber utamanya.
Itulah yang manjadi dasar kenapa setiap Presiden Indonesia harus taat dan patuh sama Paman Sam.
Sebab jika melakukan gerakan non blok, sudah pasti akan diblokade kekuasaannya, dan siap-siap digulingkan bahkan ditangkap dan dipenjara atau dieksekusi seperti pemimpin-pemimpin lainnya yang anti Amerika.
Ini bukan isapan jempol belaka sebab negara kita bukanlah negara sekuat Singapura ekonominya, atau seperti Malaysia kekuatan nilai tawar paspornya, atau seperti Iran teknologi militernya.
Lihat saja, Iran sudah memiliki rudal yang memiliki jelajah hingga 4000 KM, bahkan dapat menjangkau seluruh daratan Eropa, sementara rudal yang akan diimpor dari India jarak jelajahnya hanya 200 KM, sama jaraknya dari Makassar ke Pinrang.
Tingkat kemandirian negara kita masih sangat rendah, sebab kedelai untuk bahan baku utama pembuatan tempe tahu harus impor dari Amerika, padahal banyak lahan subur tidur sia-sia saja, sebab pemerintah masih lebih mengutamakan impor daripada mandiri, demikian pula buah-buah segar, kebanyakan inpor dari luar termasuk jeruk manis dari Cina dan durian dari Thailand.
Belum lagi alat-alat elektronik, kita adalah bangsa pengguna terbesar di dunia, tapi tidak pernah menjadi negara produsen.
Orang-orang cerdas, jujur, inovatif bahkan banyak lari keluar negeri, atau diabaikan, bahkan banyak pula dibuatkan kasus agar masuk penjara, supaya negara dan bangsanya tetap bodoh dan terbelakang.
Sehingga yang memimpin adalah golongan "loss of adab" dalam perspektif Syed Muhmmad Naquib Al-Attas (1931-2026) dan pada akhirnya melahirkan kezaliman karena ketidakmampuannya meletakkan sesuatu pada tempatnya atau tak tahu berbuat adil, (Ilham Kadir, 'Ilmu Pendidikan Kader Ulama', 2025).
Negara ini harus belajar dari perang Iran versus Israel yang didukung Amerika Serikat.
Keberpihakan kita terhadap Iran adalah bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif bahwa Amerika itu sangat berbahaya jika tidak ada negara yang mampu mengimbangi.
Tidak menutupi kemungkinan apa yang terjadi di Iran juga akan terjadi di Indonesia.
Negara-negara yang memiliki sumber daya alam yang melimpah pasti dan pasti akan jadi incaran Amerika, pilihannya hanya tunduk patuh pada titah Uncel Sam atau melawan.
Untuk kawasan Asia Tenggara, pangkalan militer Amerika telah bertapak Filipina, sekutu lainnya adalah Singapura.
Oleh sebab itu, kita seharusnya lebih cerdas dalam menyikapi informasi dan propaganda yang dihembuskan para musuh Islam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Dr-Ilham-Kadir-MA-Akademisi-dan-PenelitiSekretaris-Umum-MUI-Enrekang-78.jpg)