Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Ilham Kadir

Perang Peradaban

Sikap yang bijak adalah menjaga prinsip akidah, sembari tetap konsisten pada nilai keadilan dan kemanusiaan universal.

Tayang:
Ist
OPINI - Dr Ilham Kadir MA Akademisi dan Peneliti/Sekretaris Umum MUI Enrekang 

Oleh: Dr Ilham Kadir MA
Penulis Buku "Indonesia Tanpa Syiah"

TRIBUN-TIMUR.COM - Serangan Israel bersama Amerika ke Iran yang dimulai 28 Februari 2026 dan menewaskan pemimpin tertinggi negeri para mullah itu, Ayatollah Ali Khamenei di usia ke-86 tahun.

Pihak Israel, Benjamin Netanyahu menyebut sebagai "Serangan terbatas", dan pihak Iran menanggapi sebagai "Deklarasi Perang", dan hingga kini, perang berkecamuk, Iran telah melancarkan serangan balasan gelombang ke-86 atas Israel dan segenap pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah, bahkan kini telah menjelma menadi 'perang regional' sekaligus 'perang peradaban'.

Namun sesungguhnya, perang Iran melawan dua super power dunia, Israel duet Amerika tidak sesederhana sebagaimana yang kita saksikan.

Perang ini, bukan sekadar perebutan geo-politik.

Namun terkait erat dengan ekonomi, agama, hingga eksistensi Israel sebagai penguasa tunggal kawasan Timur Tengah, dan Amerika Serikat sebagai penguasa sekaligus pengawas alam jagad raya ini.

Siapa pun yang tidak tunduk dan patuh, apalagi menantang, akan bermasalah.

Sejak Trageni Gedung Kembar Word Trade Center (WTC), 11 September 2001 di New York, Presiden Amerika kala itu, George W. Bush berkata, "You are either with us or againt us. 'Anda berada di pihak kami atau melawan kami!',".

Dengan demikian, sebenarnya, sejak saat itu tidak ada lagi negara non blok alias tidak berpihak, sebab semua negara yang tidak berpihak ke Amerika disebut musuh atau go blok alias 'goblok' di mata Uncle Sam.

Buktinya, Muammar Gaddafi di Libya digulingkan dan dieksekusi karena menolak tunduk pada Amerika, termasuk karena berani meninggalkan mata uang dolar Amerika, Saddam Husain dilenyapkan karena cadangan minyak dan emasnya dijarah, di Guantemala, Presiden Arbenz disingkirkan karena memberlakukan pajak pada perkebunan Amerika, di Kongo Perdana Menteri Lumumba dieksekusi mati karena melakukan kebijakan nasionalisasi uranium, di Cuba Che Guavara ditangkap dan dieksekusi karena kebijakan sosialnya, di Afganistan, tentara Amerika melatih masyarakat berperang dan dibekali alat tempur untuk melawan Rusia, namun pada akhirnya masyarakat justru berbalik arah berperang melawan Amerika.

Begitu juga di Chili, Presiden Salvador digulingkan karena menasionalisasi perusahaan tembaga, di Ghana, Presiden Kwame diasingkan karena memutus hubungan dengan bank-bank milik Barat, di Grenada, Jenderal Hudson ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena berpihak pada Rusia, awal tahun, tepatnya 3 Januari 2026 ini, Presiden Venezuela, Nicolás Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, telah diculik lalu dijebloskan dalam penjara oleh pasukan khusus Amerika Serikat dalam operasi militer rahasia bernama "Absolute Resolve", tujuan utamanya, menghapus perlawanan terhadap Amerika di kawasan Amerika Latin sekaligus untuk menguasai cadangan minyak terbesar di kawasan tersebut.

Pembunuhan terhadap Ali Khamenei pun tidak terlepas dari perebutan kekuasaan, sumber daya alam, dan tentu saja Amerika ingin, sekali lagi membuktikan bahwa tidak ada lawan yang setara di belahan bumi ini.

Berbagai riset menunjukkan bahwa kawasan yang paling kaya, begitu komplit dan melimpah kekayaan alamnya adalah Asia Tenggara, dan negara paling besar di kawasan ini adalah Indonesia.

Semua orang Arab yang pernah berkomunikasi dengan saya berkata, "Apa yang ada di negara kami pasti ada di negara kamu, tetapi apa yang ada di negara kamu belum tentu ada di negara kami".

Pernyataan ini benar, sebab minyak, emas, berlian, gas alam, hingga onta dan kurma bersal dari Arab namun terdapat di Indonesia, kini onta bisa berkembangbiak di Indonesia begitupula kurma dapat tumbuh dan berbuah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved