Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Ahmad Arfah

Ramadan Bulan Aktivasi Literasi

Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga menahan diri dari kemalasan intelektual.

Tayang:
TRIBUN TIMUR/Ist
OPINI - Ahmad Arfah, S.S, M.Hum, Sulolipu Institute dan Ka Perpustakaan MAN 1 Kota Makassar 

Meski riset diatas masih perlu dikaitkan dengan faktor-faktor seperti akses terhadap buku dan infrastruktur pendidikan, faktor lingkungan dan kepentingan riset tersebut, namun ia tetaplah menjadi alarm yang tidak bisa diabaikan.

Selain itu, Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sekitar 87 persen dari 270 juta penduduknya beragama Islam.

Sebuah bangsa yang hidupnya diikat oleh ajaran Iqra, malah menghadapi krisis minat baca yang serius.

Hal berbeda jika ukurannya literasi di media sosial yang sangat meningkat, waktu luang kadang banyak tersita oleh layar medsos, drama streaming, dan konten hiburan yang tak berkesudahan.

Memang benar bahwa masyarakat Indonesia adalah salah satu yang paling aktif di media sosial.

Pengguna internet Indonesia mencapai ratusan juta orang, dan rata-rata menghabiskan waktu berjam-jam per hari menatap layar ponsel. Tetapi apakah aktivitas digital ini bisa disebut literasi?

Indonesia saat ini berada dalam kondisi paradoks literasi yang tidak sederhana. Di satu sisi, masyarakat menjadi salah satu pengguna media sosial terbesar di dunia.

Namun di sisi lain, kemampuan teknis mengoperasikan gawai tidak berbanding lurus dengan kemampuan mengolah informasi.

Masyarakat yang literat lahir dari kebiasaan membaca. Dan Ramadan, dengan segala keistimewaan spiritualnya, bisa menjadi titik balik membangun kebiasaan itu.

Penguatan ini dilakukan pada Ramadan karena bulan ini memiliki ekosistem sosial yang unik, orang-orang berkumpul di masjid, pengajian, dan majelis ilmu.

Rutinitas sahur dan buka puasa bersama menciptakan ruang-ruang diskusi yang hangat.

Pada akhirnya, tantangan literasi Indonesia bukan semata-mata persoalan teknis tentang berapa banyak buku yang dibaca.

Ia adalah persoalan kebudayaan dan spritual; yang lebih dalam, dengan menerjemahkan nilai-nilai spiritual ke dalam praktik intelektual yang produktif.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.

Kewajiban itu tidak terbatas pada bulan Ramadan, tetapi Ramadan bisa menjadi titik balik, momentum untuk membangun kebiasaan yang kemudian berlanjut sepanjang tahun.

Wallahu a'lam.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved