Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

GP Ansor Digdaya Gerbong Raksasa NU Melaju Tanpa Rekayasa

Agenda utama memilih ketua baru melanjutkan kepemimpinan ketua lama Rusdi Idrus untuk lima tahun ke depan, periode 2026-2031.

Tayang:
Editor: Sudirman
TRIBUN TIMUR/ist
OPINI - Mahmud Suyuti Wakil Katib PWNU Sulawesi Selatan dan Dewan Penasehat GP Ansor Sulawesi Selatan 

Memasuki tahun 2017-2021 dan periode kedua ketua Rusdi Idrus di tahun 2021-2025 kader GP Ansor Sulsel berjumlah 30.000-an anggota.

Demikian banyaknya jumlah kader GP Ansor yang tersebar di daerah ini, maka tugas ketua terpilih berikutnya untuk periode 2026-2031 menjaga gerbong raksasa tersebut agar tidak bocor.

Isi setiap gerbong yang dipenuhi kader senantiasa dijaga, diberi pembinaan, dan penguatan karakter melalui pelatihan-pelatihan secara rutin atau berskala dalam bentuk PKD (Pelatihan Kader Dasar) dan PKL (Pendidikan Kader Lanjutan) yang bermutu dan berkualitas.

Sehingga diharapkan mampu menambah wawasan mengenai prinsip dan karakter kepemimpinan bagi para kader GP Ansor dalam membawa gerbong yang lebih besar.

Tugas dan peran penting ketua GP Ansor untuk periode mendatang adalah menambah isi gerbong tersebut dengan jumlah pantaktis untuk mencapai angka 50.000-an kader.

Ketua formatur terpilih nantinya  harus mengawal dan memelihara gerbong besar ini, gerbong raksana yang saling terangkai untuk secara bersama-sama mengikatnya sekuat mungkin antara satu dengan yang lainnya jangan sampai salah satunya terlepas.

Gerbong-gerbong yang ada sekarang harus lebih maksimalkan lagi kuantitas maupun kualitasnya.

Kandidat GP Ansor Bebas Rekayasa Senior

Minimal empat kader terbaik yang pernah menyatakan kesiapannya maju dalam bursa pencalonan ketua GP Ansor Sulsel melanjutkan kepemimpinan yang akan ditinggalkan Rusdi Idrus.

Mereka adalah Muhammad Ramli Syamsuddin fungsionaris Pimpinan Pusat GP Ansor, Muhammad Rizal Burrahmat ketua GP Ansor Kota Makassar, Muhammad Ridwan Yusuf ketua GP Ansor Bantaeng dan Salman al-Faridzi ketua GP Ansor Pinrang.

Mereka maju tanpa rekayasa dan backingan senior tetapi murni dari arus bawah, kader GP Ansor di akar rumput mendorong kandidat tersebut sebagai representasi level cabang.

Karena itu kandidat Ramli mantan Ketua PW IPNU Sulsel yang kini berkiprah di GP Ansor level pusat tidak disebut-sebut lagi namanya dalam bursa calon ketua menjelang konferwil.

Rizal Ketua GP Ansor Makassar yang memiliki rekam jejak berhasil memberdayakan PAC secara terstruktur dan masip merata sampai ke lapisan bawah tingkat ranting yang karena masih merangkap sebagai bendahara GP Ansor di level wilayah maka dengan legowo dia memberi kesempatan kepada ketua GP Ansor Bantaeng dan Pinrang untuk meneruskan cita-citanya.

Sekarang sisa Ridwan dan Salman yang menguat dan mendapat dukungan. Keduanya telah mengantongi rekomendasi dari PC pemilik suara sah.

Keduanya bukan titipan senior, keduanya maju bukan karena direkayasa tetapi betul-betul murni dari aspirasi dan inspirasi kader muda NU level menengah ke bawah.

Rekayasa SC Konferwil Netral dari Black Campaign

SC, Steering Committee konferwil GP Ansor sesuai yang mentradisi lazimnya diamanahkan kepada senior lokal dan pimpinan pusat.

Tradisi ini sekaligus pihak tertentu menilai ajang konferwil identik dengan reuni senior, setiap momen konferwil dipastikan senior dan sesepuh GP Ansor hadir, diundang atau tidak diundang mereka hadir serta ikut melibatkan diri dukung mendukung kandidat tertentu.

Beberapa senior bahkan berusaha merekayasa untuk tidak mengatakan memaksa dan membatasi calon potensial lain agar tidak maju sehingga hanya kandidat titipan yang lolos seleksi.

Sebagai aktivis GP Ansor yang tidak pernah alpa terlibat pada setiap konferwil sejak awal tahun 2000-an, bahkan sejak tahun 2013 sampai sekarang saya selalu mendapat amanah sebagai Steering Committee, sejak itu pula seringkali saya mendapat titipan dari sahabat senior untuk memuluskan calon tertentu agar terpilih sebagai ketua formatur.

Titipan senior untuk kandidat tertentu kepada Steering Committee merupakan rekayasa black campaign, kampanye hitam, kotor dan buruk dengan strategi menjatuhkan lawan melalui isu-isu negatif tidak berdasar.

Karena itu sebagai Steering Committee harus terlepas dari rekayasa dan bebas dari jeratan ke ranah politik yang dimainkan senior tertentu. Demikian halnya kepada peserta konferwil diharap agar tidak terpengaruh dengan rekayasa senior.

Senior dalam merekayasa bursa ketua lazimnya dengan cara mengumpulkan peserta dan calon di tempat khusus seperti di warkop sampai menyiapkan akomodasi dan hotel untuk melakukan briefing sebelum pemilihan ketua.

Rekayasa ini merupakan metode karantina yang seharusnya dihindari dan karena itu sebagai Steering Committee lebih awal telah menghubungi beberapa senior untuk tidak terlibat dalam proses rekayasa demikian demi suksesnya hajatan Konferwil XVI-2026 GP Ansor Sulsel.

Steering Committee memastikan bahwa pemilihan calon ketua yang direkayasa oleh senior merupakan bentuk pelanggaran prinsip demokrasi dan tata kelola organisasi.

Adanya rekayasa senior dapat merusak regenerasi kepemimpinan di GP Ansor sebagai banom NU yang berbasis kepemudaan, karena itu Steering Committee telah berkomitmen untuk netral dan profesional dalam memimpin persidangan pemilihan ketua GP Ansor Sulsel periode 2026-2031.

Mekanisme Pemilihan Calon Ketua GP Ansor

Untuk memilih calon ketua PW GP Ansor Steering Committee telah menyusun draft tata tertib yang bebas dari rekayasa administrasi maupun ferivikasi faktual yang berlanjut pada pemungutan suara secara langsung, bebas dan rahasia untuk kemudian ditetapkan sebagai formatur, ketua terpilih.

Selain sistem pemilihan langsung seperti yang disebutkan jika di forum ternyata memungkinkan aklamasi, maka inilah mekanisme yang terbaik.

Menghindari voting sangat diutamakan dengan harapan adanya kesepakatan bulat masing-masing kandidat tanpa kontestasi.

Aklamasi selain untuk efisiensi waktu dan meredam konflik adalah agar tercipta harmonisasi dalam berorganisasi sebagai implementasi dari sikap tasamuh, i’tidal dan tawazun.

Semoga Konferwil XVI-2026 GP Ansor Sulsel dapat dijadikan forum digdaya penguatan gerbong besar kader muda jamiyah al-nahdliyah dalam upaya menemukan pemimpin yang memiliki jati diri sahabat Ansor sebenarnya seperti kaum Ansor di masa Nabi SAW.

Sehingga mampu berkontribusi terhadap kejayaan NU dan memberi sumbangsi terbesar terhadap pembangunan agama dan bangsa, Amin ya Rabbal Alamin, Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved