Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Tereduksi-nya Perjuangan Seorang Idealis 

Setelah bergulir era reformasi, keduanya terlibat dalam pembentukan dan pendirian Partai Bulan Bintang (PBB).

Tayang:
Editor: Sudirman
M Dahlan Abubakar
M Dahlan Abubakar, Wartawan Senior 

Namun, ia menyaksikan langsung momen haru saat Jokowi berpelukan dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis. 

“Pertemuan Pak Eggi Sudjana dan Pak Damai Hari Lubis dengan Pak Jokowi merupakan pertemuan patriotik yang patut menjadi suri teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya. 

Pertemuan ini berlangsung setelah beberapa waktu lalu, Jokowi mengeluarkan pernyataan akan memaafkan para penggugatnya, meskipun proses hukum tetap berlangsung.

Narasi Jokowi ini mudah ditebak. Dia berharap tersangka saat ini dengan menerima pemberiaan maaf tersebut akan menghentikan dan mencabut laporannya.

Taktik lain, Jokowi sedang melempar ‘bola liar’ untuk sekadar ‘tes ombak’ belaka. Yang ternyata, pernyataan tersebut tidak direspons positif oleh para penggugatnya. 

Kini, muncul Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang sengaja datang menemui Jokowi di Solo. Dalam pandangan publik sebagaimana yang tayang di berbagai media sosial, langkah Eggi ini seolah mereduksi semangat dan idealismenya selama ini yang cukup patriotik menggugat ijazah tersebut.

Orang semua kaget, apa yang sebenarnya yang sedang bergulir dalam benak magister (1994) dan doktor (2004) lepasan IPB  tersebut. Adakah suatu ‘operasi senyap’ yang sangat ‘mematikan’, sehingga Eggi Sudjana bertekuk lutut?

Komunikasi nonverbal menyerahkan buku dan berpelukan dan narasi “patut menjadi suri teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara” merupakan pernyataan yang sangat melunturkan penegakan hukum dalam kerhidupan dan berbangsa dalam negara yang berdasarkan hukum ini.  

Apakah semua dugaan pelanggaran hukum harus berakhir seperti ini. Sungguh sangat disayangkan. 

Pertemuan yang tidak didokumentasikan dan tertutup selalu mengundang rasa ingin tahu publik.

Orang Indonesia adalah penduduk bumi yang sangat ‘kepo’ (‘knowing everything particular object’ -- serba mau tahu).

Tidak didokumentasikan agar dokumentasi foto itu tidak tayang di media sosial.  Tertutup, jelas sangat ‘rahasia’. Kalau-kalah pertemuan biletaral dua kepala negara yang membahas isu penting.  

Gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh ‘termul’ dan ‘kaki tangan’-nya merupakan perjuangan habis-habisan untuk menyelamatkan muka Jokowi dalam sejarah kehidupan bangsa ini.

Dengan kasus dugaan ijazah palsu ini kita akan mampu membedakan siapa yang kritis dan logis melihat rangkaian data yang terkait dengan ijazah tersebut, dengan siapa yang gagal nalar.

Jika seandainya, ijazah dengan foto yang berkacamata itu disandingkan dengan foto Jokowi saat tahun 1985, murid sekolah dasar pun bisa membedakannya. Yang satu bukan! (*).

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved