Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Tereduksi-nya Perjuangan Seorang Idealis 

Setelah bergulir era reformasi, keduanya terlibat dalam pembentukan dan pendirian Partai Bulan Bintang (PBB).

Tayang:
Editor: Sudirman
M Dahlan Abubakar
M Dahlan Abubakar, Wartawan Senior 

Laporan tersebut menuduh pelanggaran Pasal 263, 264, dan 266 KUHP tentang pemalsuan akta otentik, serta Pasal 68 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan ini dengan melakukan penyelidikan menyeluruh.

Sebanyak 39 saksi diperiksa, termasuk pihak dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), alumni, dan rekan kuliah Jokowi.

Dokumen terkait, seperti ijazah dari SMAN 6 Solo dan UGM, juga diuji melalui laboratorium forensik versi polisi.

Selama proses penyelidikan, Eggi Sudjana dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan oleh penyidik.

Hal ini menjadi catatan dalam proses penyelidikan, meskipun tidak menghalangi kesimpulan akhir bahwa tidak terdapat tindak pidana dalam kasus ini.  

Setelah gugatan dilayangkan ke Bareskrim berkaitan dengan dugaan ijazah palsu Presiden VII Republik Indonesia, di Pengadilan Negeri Surakarta dan Sleman pun masuk gugatan yang sama. 

Menemui Jokowi

Pada tanggal 8 Januari 2026, para penggemar Eggi Sudjana tiba-tiba dihebohkan oleh langkahnya bertemu dengan Joko Widodo di kediamannya di Solo.

Pada kesempatan itu, Eggi juga menyerahkan buku dan berpelukan. Dua bahasa nonverbal yang dapat mengundang interpretasi publik yang bervariasi.  

Pertemuan itu berlangsung tertutup. Tetapi di era media sosial sekarang, dinding tembok dan plafon rumah pun bisa menjadi ‘reporter’ yang ‘senyap’ kemudian melaporkan ke publik.

Eggi datang bersama Damai Hari Lubis yang juga termasuk sahabat Eggi yang menjadi tersangka terkait laporan dugaan ijazah palsu ini.  

Keduanya hadir didampingi kuasa hukum Elida Netty, Ketua Umum ReJO HM Darmizal MS, serta Sekretaris Jenderal ReJO Muhammad Rahmad. Pertemuan berlangsung secara tertutup.

“Alhamdulillah, pertemuan berjalan dengan baik. Kami disambut dengan sangat baik oleh Pak Jokowi,” ujar Sekretaris Jenderal ReJO Muhammad Rahmad, Jumat (9/1/2026), dalam keterangannya.  

Rahmad menambahkan, pertemuan tersebut tidak didokumentasikan dalam bentuk foto maupun video karena berlangsung secara terbatas dan tertutup.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved