Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Menggugat Relativisme: Antara Netralitas Palsu dan Pelumpuhan Keberpihakan Moral

Dalam diskursus keagamaan kontemporer, relativisme bahkan kerap dianggap sebagai tanda kedewasaan beragama:

Editor: Edi Sumardi
Tribun-timur.com/DOK PRIBADI
PENULIS OPINI - Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Ahmad Raihan. Dia menulis opini tentang relativisme. 

Kritik terhadap relativisme absolut bukanlah penolakan terhadap dialog atau pluralitas.

Justru dialog hanya mungkin bermakna jika kebenaran tidak disangkal.

Tanpa tolak ukur kebenaran, dialog berubah menjadi arena negosiasi kepentingan tanpa standar moral.

Kita tidak membutuhkan relativisme untuk menjadi manusiawi.

Dengan klaim kebenaran dan postulat-postulat Islam yang hakiki, umat justru memiliki daya kritik terhadap zionisme, kolonialisme, imperialisme, dan kapitalisme global sebagai akar ketimpangan struktural.

Menyatakan kebenaran bukanlah fanatisme atau ekstremisme, melainkan tindakan politik yang mendasar.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved