Opini
Danantara dalam Dilematika Transformasi BUMN
Transformasi yang dilakukan cukup radikal ini berhasil mengubah kinerja peprusahaan-perusahaan BUMN.
Jika talenta-talenta terbaik mulai meninggalkan BUMN karena alasan birokrasi, maka cita-cita Danantara untuk menciptakan manajemen kelas dunia akan semakin sulit tercapai.
Danantara sejatinya harus diposisikan sebagai akselerator pertumbuhan, bukan inhibitor atau penghambat birokrasi baru.
Jika pemerintah tidak segera melakukan langkah cepat untuk mempertegas pemisahan fungsi antara kementerian sebagai regulator dan Danantara sebagai operator investasi (asset manager), BUMN Indonesia berisiko kehilangan momentum emasnya untuk bersaing di panggung global.
Sudah saatnya masa transisi yang penuh ketidakpastian ini diselesaikan dengan aturan main atau regulasi yang jernih dan kuat.
BUMN membutuhkan kepastian hukum serta garis komando yang tegak lurus agar mereka bisa kembali bergerak lincah sebagai mesin pertumbuhan ekonomi bangsa.
Transformasi ini tidak boleh berhenti pada perubahan logo atau pengalihan aset di atas kertas, melainkan harus menyentuh substansi tata kelola yang efektif.
Kita tentu tidak ingin melihat raksasa ekonomi kita hanya terdiam di tempat, bukan karena kehilangan tenaga, melainkan karena bingung menentukan ke mana arah langkah harus diayunkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-12-26-Andi-Firmansyah.jpg)