Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Danantara dalam Dilematika Transformasi BUMN

Transformasi yang dilakukan cukup radikal ini berhasil mengubah kinerja peprusahaan-perusahaan BUMN.

Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
OPINI - Andi Firmansyah Pemerhati Sosial, Ekonomi, dan Kemasyarakatan alumnus Universitas Muhammadiyah Lampung 

Jika talenta-talenta terbaik mulai meninggalkan BUMN karena alasan birokrasi, maka cita-cita Danantara untuk menciptakan manajemen kelas dunia akan semakin sulit tercapai.

Danantara sejatinya harus diposisikan sebagai akselerator pertumbuhan, bukan inhibitor atau penghambat birokrasi baru.

Jika pemerintah tidak segera melakukan langkah cepat untuk mempertegas pemisahan fungsi antara kementerian sebagai regulator dan Danantara sebagai operator investasi (asset manager), BUMN Indonesia berisiko kehilangan momentum emasnya untuk bersaing di panggung global.

Sudah saatnya masa transisi yang penuh ketidakpastian ini diselesaikan dengan aturan main atau regulasi yang jernih dan kuat.

BUMN membutuhkan kepastian hukum serta garis komando yang tegak lurus agar mereka bisa kembali bergerak lincah sebagai mesin pertumbuhan ekonomi bangsa. 

Transformasi ini tidak boleh berhenti pada perubahan logo atau pengalihan aset di atas kertas, melainkan harus menyentuh substansi tata kelola yang efektif.

Kita tentu tidak ingin melihat raksasa ekonomi kita hanya terdiam di tempat, bukan karena kehilangan tenaga, melainkan karena bingung menentukan ke mana arah langkah harus diayunkan. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved