Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengucapkan Selamat Natal: NU Membolehkan WI Melarang, Kenapa Bisa Berbeda?

Dengan basis massa yang besar otomatis memberikan kedua ormas ini pengaruh yang cukup besar pula.

Editor: Ansar
Tribun-timur.com
TRIBUN OPINI - Muh Yusril Nur Alumnus Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Alauddin Makassar. 

Wahdah Islamiyah memang melarang mengucapkan selamat natal, tetapi mereka tetap menghormati kepercayaan umat kristen.

Bagi Wahdah menghindari pengucapan natal merupakan bentuk wasathiyah karena bertindak dengan hati-hati adalah yang paling utama dan terbaik untuk menjaga akidah.

NU dan Wahdah sama-sama wasathiyah, namun yang menjadi pembeda adalah NU tidak menganggap pengucapan selamat dalam perayaan hari raya non muslim dapat mempengaruhi akidah, sedangkan Wahdah menganggap ucapan selamat bisa mempengaruhi akidah.

Perbedaan pandangan ini sebenarnya hanya pada furu’iyah, bagaimana Nahdlatul Ulama dan Wahdah Islamiyah memandang persoalan pengucapan selamat hari natal dan sama sekali tidak mencakup dimensi ushuliyah.

Hal ini dibuktikan bahwa keduanya sama-sama melarang mencampur adukkan ibadah. 

Keduanya masing-masing memiliki kelebihan, Wahdah Islamiyah sangat berhati-hati dan teliti dalam menjalankan keyakinannya sebagai umat Islam, dan Nahdlatul Ulama menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved