Mengucapkan Selamat Natal: NU Membolehkan WI Melarang, Kenapa Bisa Berbeda?
Dengan basis massa yang besar otomatis memberikan kedua ormas ini pengaruh yang cukup besar pula.
Wahdah Islamiyah memang melarang mengucapkan selamat natal, tetapi mereka tetap menghormati kepercayaan umat kristen.
Bagi Wahdah menghindari pengucapan natal merupakan bentuk wasathiyah karena bertindak dengan hati-hati adalah yang paling utama dan terbaik untuk menjaga akidah.
NU dan Wahdah sama-sama wasathiyah, namun yang menjadi pembeda adalah NU tidak menganggap pengucapan selamat dalam perayaan hari raya non muslim dapat mempengaruhi akidah, sedangkan Wahdah menganggap ucapan selamat bisa mempengaruhi akidah.
Perbedaan pandangan ini sebenarnya hanya pada furu’iyah, bagaimana Nahdlatul Ulama dan Wahdah Islamiyah memandang persoalan pengucapan selamat hari natal dan sama sekali tidak mencakup dimensi ushuliyah.
Hal ini dibuktikan bahwa keduanya sama-sama melarang mencampur adukkan ibadah.
Keduanya masing-masing memiliki kelebihan, Wahdah Islamiyah sangat berhati-hati dan teliti dalam menjalankan keyakinannya sebagai umat Islam, dan Nahdlatul Ulama menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama. (*)
| Fauzi Andi Wawo Minta Disdik Sulsel Atensi Pencurian Berulang di SMAN 17 Makassar |
|
|---|
| 3 Bulan Berturut-turut Kondensor AC SMAN 17 Makassar Dicuri, Kapolsek Tallo Janji Tangkap Pelaku |
|
|---|
| Pulau di Makassar Jadi Pilot Project Smart Street Lighting, Hemat Listrik hingga 34 Persen |
|
|---|
| Tabung Karya GMTD, 75 Anak Berkebutuhan Khusus Dilatih Mandiri Diajar Buat Gantungan Kunci |
|
|---|
| Harga Tempe dan Tahu Tak Mengalami Kenaikan di Pasar Terong Tapi Pedagang Pilih Kecilkan Ukuran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/TRIBUN-OPINI-Muh-Yusril-Nur-Alumnus-Prodi-Aqidah.jpg)