Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Bahaya Laten Perundungan

Di Pesisir Barat, Lampung, seorang siswa SMP menusuk temannya dengan gunting hingga tewas.

Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
TRIBUN OPINI - M. Yunasri Ridhoh Dosen Pendidikan Pancasila UNM. Yunasri penulis opini Bahaya Laten Perundungan 

Diam ini memberi kekuatan pada pelaku, sekaligus memperpanjang penderitaan korban.

Terakhir, institusi atau lingkungan pendidikan, yang sering kali memfokuskan diri pada prestasi akademik dan kedisiplinan, justru memperkuat struktur kekerasan yang laten.

Sekolah yang sibuk mengurusi nilai dan laporan sering lupa membaca luka yang tidak tampak pada anak-anak.

Anatomi ini menunjukkan bahwa perundungan bukan sekadar persoalan anak yang nakal dan anak yang lemah. Ia adalah masalah budaya, masalah diamnya orang-orang baik, dan masalah lingkungan yang membiarkan kekerasan hidup.

Bahaya yang Laten

Bahaya laten perundungan adalah yang paling sulit diatasi.

Ia diam, tidak terlihat, tetapi selalu ada, mematikan dari dalam. Luka fisik bisa sembuh.

Luka harga diri, rasa malu, dan ketakutan yang tertanam bisa menghantui seseorang sepanjang hidup.

Anak yang dipermalukan di depan kelas mengingatnya bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun kemudian.

Sementara, pelaku yang tidak dikoreksi tumbuh dengan keyakinan bahwa kekerasan adalah alat untuk mencapai tujuan.

Begitulah perundungan mewariskan pola kekerasan, bukan hanya pada seseorang, tetapi juga pada masyarakat.

Peraturan Menteri Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan sebetulnya sudah mengatur mekanisme penanganan perundungan.

Namun peraturan tidak akan banyak berarti jika tidak diikuti perubahan cara pandang.

Sekolah perlu menjadi ruang tumbuh, bukan arena adu kuat dan berebut kuasa.

Guru bukan sekadar pengajar, tetapi pendamping. Orang tua bukan hanya pihak yang menuntut, tetapi pendengar.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved