Opini
Mengapa Santri Wajib Memuliakan Kiai?
Memuliakan kiai bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari adab dan dalil. Santri wajib hormat sebagai bentuk cinta pada ilmu dan warisan Nabi SAW.
Editor:
Sukmawati Ibrahim
Tribun Timur/Mahmud Suyuti
PENULIS OPINI - Mahmud Suyuti. Ia mengirim foto pribadinya ke tribun timur untuk melengkapi opini berjudul Mengapa Santri Wajib Memuliakan Kiai? Menjawab Kritik dengan Dalil dan Adab. Mahmud Suyuti merupakan Dosen Hadis UIM dan Pengajar Pengajian Kitab di Pondok Pesantren al-Fakhriyah Makassar
Bagi orang lain yang tidak tahu-menahu apa maksudnya, tentu dalam pikirannya heran karena menurutnya cara seperti itu tidak praktis.
Namun, sebenarnya itu mempunyai maksud-maksud tertentu.
Apabila santri sedang berdiri dan memakai sarung kemudian didatangi oleh orang terhormat, gulungan sarung itu (bidak) dinaikkan sedikit sebagai tanda penghormatan walaupun tidak diucapkan dengan perkataan.
Jadi bila pada umumnya santri memakai sarung seolah-olah serampangan saja, itu tidaklah mengherankan karena salah satu patokan berpakaiannya adalah kesederhanaan.
Nabi SAW pernah bersabda, khaerul umur awsatuha (sebaik-baik kehidupan adalah kesederhanaan). Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-17-mahmud.jpg)