Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Mengapa Santri Wajib Memuliakan Kiai?

Memuliakan kiai bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari adab dan dalil. Santri wajib hormat sebagai bentuk cinta pada ilmu dan warisan Nabi SAW.

Tribun Timur/Mahmud Suyuti
PENULIS OPINI - Mahmud Suyuti. Ia mengirim foto pribadinya ke tribun timur untuk melengkapi opini berjudul Mengapa Santri Wajib Memuliakan Kiai? Menjawab Kritik dengan Dalil dan Adab. Mahmud Suyuti merupakan Dosen Hadis UIM dan Pengajar Pengajian Kitab di Pondok Pesantren al-Fakhriyah Makassar 

Bagi orang lain yang tidak tahu-menahu apa maksudnya, tentu dalam pikirannya heran karena menurutnya cara seperti itu tidak praktis.

Namun, sebenarnya itu mempunyai maksud-maksud tertentu. 

Apabila santri sedang berdiri dan memakai sarung kemudian didatangi oleh orang terhormat, gulungan sarung itu (bidak) dinaikkan sedikit sebagai tanda penghormatan walaupun tidak diucapkan dengan perkataan. 

Jadi bila pada  umumnya santri  memakai sarung  seolah-olah serampangan saja, itu tidaklah mengherankan karena salah satu patokan berpakaiannya adalah kesederhanaan.

Nabi SAW pernah bersabda, khaerul umur awsatuha (sebaik-baik kehidupan adalah kesederhanaan). Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved