Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Mengapa Santri Wajib Memuliakan Kiai?

Memuliakan kiai bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari adab dan dalil. Santri wajib hormat sebagai bentuk cinta pada ilmu dan warisan Nabi SAW.

Tribun Timur/Mahmud Suyuti
PENULIS OPINI - Mahmud Suyuti. Ia mengirim foto pribadinya ke tribun timur untuk melengkapi opini berjudul Mengapa Santri Wajib Memuliakan Kiai? Menjawab Kritik dengan Dalil dan Adab. Mahmud Suyuti merupakan Dosen Hadis UIM dan Pengajar Pengajian Kitab di Pondok Pesantren al-Fakhriyah Makassar 

Mengapa Santri Wajib Memuliakan Kiai ?

Menjawab Kritik dengan Dalil dan Adab

Oleh: Mahmud Suyuti

Dosen Hadis UIM dan Pengajar Pengajian Kitab di Pondok Pesantren al-Fakhriyah Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Jagad media sosial belakangan ini ramai memberitakan perihal negatif terhadap kiai dan pesantren.

Kiai dihina, dibully, dilecehkan. Pesantren juga diklaim sebagai lembaga pendidikan agama yang menyimpang ajaran sunnah.

Ngesot, berjalan jongkok depan kiai tidak pantas. 

Mencium tangan kiai saat bersalaman tidak ada contoh dari Nabi SAW.

Wajar saja bila ada pihak tertentu yang menyudutkan pesantren. Menjastis negatif terhadap pesantren bisa dimaklumi.

Wajar dan bisa dimaklumi karena mereka kurang paham tentang bagaimana semestinya memulihkan kiai dan taat terhadap kiai.

Menaati kiai sama halnya mentaati Allah SWT dan rasul-Nya karena kiai sebagai ulama adalah pewaris nabi.

Memuliakan kiai sama halnya memuliakan Nabi SAW karena kiai penerus keilmuan secana sanad dari Nabi SAW. 

Dalam QS. Ali Imran/3:31 disebutkan bahwa jika engkau mencintai Allah maka ikutilah aku. Ikutilah Nabi SAW.

Dalam QS. al-Nisa/4: 49 disebutkan, siapa yang mentaati Allah dan rasul-Nya maka mereka itu bersama-sama para nabi, para pecinta kebenaran dan orang-orang saleh.

Kiai, ulama adalah pecinta kebenaran. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved