Opini
Mengapa Santri Wajib Memuliakan Kiai?
Memuliakan kiai bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari adab dan dalil. Santri wajib hormat sebagai bentuk cinta pada ilmu dan warisan Nabi SAW.
Mereka adalah orang-orang saleh. Kesalehan seorang kiai tidak bisa diragukan.
Mencintai kiai, menyayangi mereka dan memuliakannya dalam dunia tasauf sebagai maqam mahabbah.
Nabi SAW bersabda siapa yang mencintaiku maka aku bersamanya di surga (HR. Bukhari) dan siapa yang memusuhi kekasihku, wali-waliku maka aku perang terhadapnya (Hadis Qudsi).
Cukup dengan dalil itu dapat diprediksi bahwa mereka yang tidak mencintai ulama, mereka yang tidak memuliakan kiai maka jangan harap bersama Nabi SAW di surga kelak.
Siapa yang memusuhi kiai sebagai kekasih Allah, siapa yang memusuhi kiai sebagai wali Allah SWT merupakan dosa besar.
Allah SWT mengancam perang bagi mereka yang memusuhi kiai. Sebaliknya mereka yang memuliakan kiai praktis menjadi kekasih-Nya.
Adab Santri
Adab santri mencium tangan kiainya saat bersalaman merupakan warisan dari sahabat Nabi SAW, tabiin dan menjadi ijmak ulama.
Hadis sahih dalam Sunan Abu Dawud; 4548 bahwa ketika Nabi SAW tiba di suku Abdul Qais dan turun dari untanya kami para sahabat mengecup tangan dan kaki Nabi SAW.
Berkenaan dengan hadis tersebut maka dalam Fatawa al-Nawawi halaman 79 disebutkan bahwa mencium tangan ulama, bahkan mengecupnya adalah sunnah.
Ulama, yakni kiai sebagai pewaris nabi sangat dianjurkan untuk dicium tangannya saat bersalaman mengikuti amalan sahabat. Demikian fatwa imam al-Nawawi.
Jadi siapa bilang bahwa mencium tangan kiai bukan sunnah. Dalilnya sudah jelas bahkan mengecup kaki Nabi SAW sesuai hadis tadi adalah sahih.
Justru kalau mau ekstrim seharusnya santri itu mencium kaki kiainya sebagaimana sahabat mengecup kaki Nabi SAW.
Jadi ngesot yakni menyeret pantat menjadikan kaki sebagai tumpuan atau cukup berjalan jongkok depan kiai itu wajar sebagai salah satu cara santri menghormati kiainya.
Demikinlah tradisi pesantren mengajarkan kesopanan, sikap santun, pemuliaan dan penghormatan bagi santri terhadap kiainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2025-10-17-mahmud.jpg)