Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Ketaatan Istri Bentuk Penghormatan, Bukan Perbudakan

Ketaatan istri adalah bagian dari sistem timbal balik, yang baru sah bila suami menunaikan amanahnya yaitu menafkahi, melindungi

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
BANSUHARI SAID
SUAMI ISTRI - Ilustrasi yang dibuat menggunakan AI menggambarkan suami yang memaki istrinya. Penulis opini, Bansuhari Said menjelaskan, suami harus menghargai istri dan tidak memperlakukannya seperti budak. 

Istri bukan pembantu domestik yang wajib tunduk, melainkan mitra hidup yang setara dalam martabat.

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW mencontohkan, beliau membantu pekerjaan rumah, memperlakukan istrinya dengan lembut, dan tidak pernah menuntut penghormatan tanpa alasan.

Jika Nabi yang maksum saja tidak menindas, maka siapa manusia biasa yang pantas merasa lebih tinggi hanya karena ia laki-laki?

Refleksi untuk Para Suami

Kepemimpinan suami adalah amanah, bukan hak istimewa.

Ketaatan istri adalah bentuk penghormatan, bukan perbudakan.

Dan rumah tangga yang berlandaskan cinta sejati tidak mengenal dominasi, melainkan kolaborasi.

Maka, kepada para suami: sebelum menuntut ketaatan, tanyakan dulu pada diri anda, sudahkah Anda layak ditaati?

Sudahkah Anda memberi rasa aman, nafkah yang cukup, dan kasih sayang yang menenangkan?

Sebab ketaatan tanpa keadilan bukanlah cinta, dan kepemimpinan tanpa tanggung jawab hanyalah keegoisan yang disucikan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved