Opini
Ketaatan Istri Bentuk Penghormatan, Bukan Perbudakan
Ketaatan istri adalah bagian dari sistem timbal balik, yang baru sah bila suami menunaikan amanahnya yaitu menafkahi, melindungi
Istri bukan pembantu domestik yang wajib tunduk, melainkan mitra hidup yang setara dalam martabat.
Sebagaimana Nabi Muhammad SAW mencontohkan, beliau membantu pekerjaan rumah, memperlakukan istrinya dengan lembut, dan tidak pernah menuntut penghormatan tanpa alasan.
Jika Nabi yang maksum saja tidak menindas, maka siapa manusia biasa yang pantas merasa lebih tinggi hanya karena ia laki-laki?
Refleksi untuk Para Suami
Kepemimpinan suami adalah amanah, bukan hak istimewa.
Ketaatan istri adalah bentuk penghormatan, bukan perbudakan.
Dan rumah tangga yang berlandaskan cinta sejati tidak mengenal dominasi, melainkan kolaborasi.
Maka, kepada para suami: sebelum menuntut ketaatan, tanyakan dulu pada diri anda, sudahkah Anda layak ditaati?
Sudahkah Anda memberi rasa aman, nafkah yang cukup, dan kasih sayang yang menenangkan?
Sebab ketaatan tanpa keadilan bukanlah cinta, dan kepemimpinan tanpa tanggung jawab hanyalah keegoisan yang disucikan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251015-suami-yang-memaki-istrinya.jpg)