Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Ketaatan Istri Bentuk Penghormatan, Bukan Perbudakan

Ketaatan istri adalah bagian dari sistem timbal balik, yang baru sah bila suami menunaikan amanahnya yaitu menafkahi, melindungi

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
BANSUHARI SAID
SUAMI ISTRI - Ilustrasi yang dibuat menggunakan AI menggambarkan suami yang memaki istrinya. Penulis opini, Bansuhari Said menjelaskan, suami harus menghargai istri dan tidak memperlakukannya seperti budak. 

Harga kebutuhan naik, tanggungan bertambah, sementara penghasilan suami sering kali tak mencukupi.

Ironinya, walau istri turut menopang keuangan rumah tangga, sebagian suami tetap menuntut agar istri tunduk sepenuhnya pada kehendaknya.

Dari urusan rumah, pengasuhan anak, hingga keputusan pribadi.

Ini bukan lagi kepemimpinan; ini kolonialisme domestik.

Suami menghendaki kontrol total tanpa tanggung jawab setara. Ia ingin dihormati tanpa perlu pantas dihormati. Ia ingin ditaati tanpa perlu layak ditaati.

Padahal, dalam logika moral yang sehat, hak datang bersama kewajiban.

Tidak ada otoritas yang sah tanpa tanggung jawab yang dijalankan.

Ego Maskulinitas yang Rapuh

Fenomena ini menyingkap sisi lain dari psikologi maskulinitas yang rapuh. Banyak laki-laki dibesarkan dengan doktrin “lelaki harus berkuasa,” tapi tidak dibekali pemahaman “bagaimana menjadi pemimpin yang benar.”

Akibatnya, ketika istri lebih produktif atau lebih tangguh, sebagian suami merasa terancam — bukan karena kehilangan cinta, tetapi karena merasa harga dirinya runtuh.

Padahal, seperti diungkap Erich Fromm, filsuf sosial, “Cinta sejati bukanlah dominasi, melainkan keterlibatan dua pribadi yang saling memberi.”

Suami yang dewasa tidak merasa kalah oleh kesetaraan, karena ia tahu bahwa kepemimpinan bukan tentang siapa yang di atas, tapi siapa yang paling mampu melindungi tanpa menindas.

Istri Bukan Bawahan, tapi Mitra

Rumah tangga yang sehat dibangun di atas asas partnership, bukan patriarki.

Dalam partnership, keputusan diambil bersama, pekerjaan rumah tangga dibagi sesuai kemampuan, dan ketaatan digantikan oleh saling pengertian.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved