Opini
To Cerekang: Jaga Hutan, Jaga Kehidupan
Menjaga pesan leluhur merupakan simbol kuat sebagai identitas masyarakat Cerekang.
Di kawasan hutan adat dilarang mengambil kayu atau tanaman yang berada dalam kawasan. Apabila memasuki dan mengambil apapun yang di dalam kawasan tersebut bisa menjadi pelanggaran adat.
Bukan saja di kawasan hutan, di wilayah perairan berupa sungai juga dilarang untuk melakukan penangkapan seperti udang, ikan, kepiting, buaya maupun satwa lainnya.
Tindakan menangkap satwa hutan dinyatakan melanggar aturan adat. Bagi masyarakat Cerekang hutan adat yang dikhususkan menjadi kawasan konservasi penuh, tidak dapat dimanfaatkan demi keuntungan materi.
Bahkan hutan nilainya lebih besar dari ukuran materi apapun.
Pejuang Muda WTC memiliki satu agenda penting berupa kegiatan patroli dan sekolah ekologi.
Kegiatan patroli dilakukan untuk memastikan kawasan hutan adat bebas dari ancaman pengerusakan maupun alih fungsi lahan menjadi tambak.
Pejuang Muda WTC melakukan pemasangan papan informasi di beberapa titik untuk memastikan papan informasi tersebut agar mudah dilihat oleh masyarakat yang berada di sekitar kawasan maupun masyarakat yang melintas sehingga tidak ada alasan lagi orang untuk masuk dalam kawasan tersebut.
Walaupun kawasan ini dilindungi atau dilarang dalam pemanfaatannya namun tidak dipungkiri bahwa masih ada beberapa kasus yang terjadi pada saat Pejuang Muda WTC melakukan patroli seperti masih adanya masyarakat yang memasang jaring atau pukat di kawasan adat cerekang (perairan) serta ditemukannya juga aktivitas dalam kawasan seperti pengambilan kayu atau pohon bakau.
Kawasan pesisir ini sangat penting bagi ekosistem yang ada di pesisir karena menjadi rumah bagi satwa-satwa yang hidup di kawasan hutan mangrove untuk berkembangbiak dan sebagai rumah bagi satwa lainnya.
Kawasan pesisir hutan adat cerekang yang berada di daerah pesisir bagi Pejuang Muda WTC masih sangat kesulitan dalam melakukan pengotrolan karena keberadaannya yang berada di pesisir dan lokasinya juga mencakup daratan hingga perairan.
Ekosistem hutan adat cerekang bagian pesisir ini dihuni juga ribuan bahkan ratusan kelelawar sehingga membuat perairan sekitar menjadi lebih subur melalui kotoran kelelawar.
Meski demikian keberadaan kelelawar ini di kawasan hutan adat cerekang menjadi target buruan karena nilai tawarnya cukup tinggi di pasaran.
Selama ini ancaman atas kegiatan penangkapan kalelawar masih terbilang sulit diantisipasi.
Terbukti, dalam suatu kasus Pejuang Muda WTC seringkali mengamankan perangkap kalelawar yang dipasang oleh masyarakat pendatang.
Sebagai tindakan tegas, perangkap-perangkap yang ditemukan segera dihancurkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/202050909-Arlin.jpg)