Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ngopi Akademik

Orang Bijak Taat Pajak

Demikian pula di Kabupaten Bone (Sulawesi Selaran), aksi protes juga terjadi hingga sempat ricuh di depan kantor bupati.

Editor: Sudirman
Rahmat Muhammad
OPINI - Rahmat Muhammad Ketua Prodi S3 Sosiologi Unhas 

Terbukti di beberapa daerah juga ada yang berhasil naikkan pajak tetapi masyarakat bisa memaklumi dan tidak menimbulkan gejolak jikapun terlanjur naik beberapa kepala daerah cepat merespon dengan menunda atau menurunkan demi menjaga stabilitas yang aman dan nyaman di daerah, sebagaimana juga dilakukan pemerintah kabupaten Tolitoli (Sulawesi Tengah) yang memberikan pengurangan (discount) PBB dari 40 % hingga 99 % .

Hal ini dilakukan tentu dengan sikap membuka diri merendah (cooling_down) berusaha memahami kondisi masyarakat tanpa harus bersikap arogan dan tetap berusaha bersahabat bukan menantang masyarakat yang lagi susah.

Prihatin atas kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah  memperlihatkan betapa cepatnya isu lokal bisa berubah jadi isu besar.

Di era media sosial, keluhan soal pajak bisa cepat menyebar memantik solidaritas dan aksi massa. Sedangkan pada saat yang sama pemerintah kalah cepat menjelaskan atau terlambat merespon maka rumor bisa jauh lebih cepat membakar emosi daripada fakta.

Sehingga dari kasus ini apa pelajaran terbesarnya? Pajak memang penting, tapi cara mengelola pajak jauh lebih penting. Transparansi, partisipasi dan rasa keadilan adalah kunci agar pajak tidak sekadar jadi target sepihak pemerintah tanpa mempertimbangkan faktor lain yang berpotensi menimbulkan masalah baru bagi masyarakat yang taat pajak.

Berharap pemerintah lebih bijak menghadapi masyarakat bukan sepihak memaksa masyarakat untuk bijak bayar pajak, semoga.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved