Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Integritas Kepemimpinan: Benteng Terakhir Lawan Korupsi

Kasus Noel bukan sekadar perkara hukum belaka melainkan juga mengenai batapa rapuhnya integritas kepemimpinan kita.  

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Dr. dr . Ampera matippanna , SH. MH  

 Oleh : Dr. dr . Ampera matippanna , SH. MH 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kembali bangsa ini kembali diguncang berita yang sangat memalukan dengan ditangkapnya deorang pejabat tinggi negara, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer yang akrab disapa Noel.

Noel ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan ( OTT). KPK dalam Publik terhenyak ketika mendengar dugaan pemerasan di balik pengurusan sertifikasi K3, Potret itu bagai tamparan keras di wajah rakyat, yang selama ini berharap jabatan menteri dan wakil menteri dijalankan untuk melayani, bukan untuk memperkaya diri.

Kasus Noel bukan sekadar perkara hukum belaka melainkan juga mengenai batapa rapuhnya integritas kepemimpinan kita.  

Fenomea tersebut ibarat cermin retak yang seolaj-olah memberi gambaran kepada publik bahwa jabatan dalam kepemimpinan hanya menunggu waktu untuk diseret kedalam pusaran korupsi.

Padahal, rakyat selalu menaruh harapan besar pada pemimpin. Harapan itu kini lagi-lagi diruntuhkan oleh perilaku yang tidak terhormat.

Integritas adalah kata yang mudah diucapkan, tetapi amat sulit dilaksanakan. Integritas bukan hanya sekedar ucapan pemanis bibir,  bukan pula barisan slogan di dinding kantor pemerintah. atau sekedar tampil sangar dihadapan kamera.  

Integritas sejati lahir dari hati yang jujur , bertanggung jawab  terhadap tugas dan kewajiban, berani menolak gratifikasi, menjaga amanah tanpa kompromi dan hidup dalam kesederhanaan yang dilakukan secara konsisten. 

Setiap kali seorang pejabat tinggi ditangkap KPK, rakyat kehilangan sepotong lagi kepercayaannya.

Kepercayaan itu tidak bisa dibeli dengan konferensi pers atau slogan “bersih dan transparan.”

Ia hanya bisa dipulihkan melalui teladan nyata, ketika pemimpin menunjukkan bahwa kekuasaan bukan untuk disalahgunakan, melainkan untuk melayani.

Kita harus berani berkata: pencegahan korupsi tidak mungkin berhasil hanya dengan aturan yang kaku atau lembaga pengawas yang tegas. 

Semua itu penting, tetapi tanpa integritas pribadi, sistem akan selalu bocor. Di balik setiap kasus korupsi besar, hampir selalu ada pemimpin yang memilih menutup mata, membiarkan budaya kotor tumbuh di sekelilingnya.

Kasus Noel seharusnya menjadi pengingat pahit bahwa bangsa ini tidak lagi bisa bertoleransi terhadap kepemimpinan tanpa integritas.

Rakyat sudah terlalu sering dikhianati. Jika pemerintah masih ingin menegakkan wibawa dan mengembalikan martabat, maka integritas harus dijadikan fondasi pertama dan utama.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Ayo, ke Timur

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved