Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Iduladha 2026

Jelang Iduladha 2026, Dinas Peternakan Maros Vaksin 3.000 Sapi Kurban, Dipastikan Bebas PMK

Petugas memeriksa fisik hewan seperti mulut, kuku, kulit, hingga usia ternak untuk memastikan kelayakan hewan kurban.

Tayang:
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Saldy Irawan
Tribun-timur.com/Nurul Hidayah
PEMERIKSAAN HEWAN - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Senin (4/5/2026). Petugas memeriksa fisik hewan seperti mulut, kuku, kulit, hingga usia ternak untuk memastikan kelayakan hewan kurban. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – Sebanyak 3.000 ekor hewan kurban di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan divaksin menjelang Hari Raya Idul Adha.

Selain vaksinasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) juga menggencarkan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik peternakan, salah satunya di Kecamatan Moncongloe.

Petugas memeriksa fisik hewan seperti mulut, kuku, kulit, hingga usia ternak untuk memastikan kelayakan hewan kurban.

Selain itu, petugas juga memberikan vitamin gratis kepada ternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan ribuan dosis vaksin untuk mengantisipasi penyebaran penyakit.

“Sejauh ini sudah sekitar 1.500 ekor yang divaksin dan tahap kedua juga 1.500 ekor. Jadi total hampir 3.000 ekor hewan kurban yang kita siapkan menjelang Idul Adha,” katanya, Senin (4/5/2026).

Ia menambahkan, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh termasuk memastikan usia hewan telah memenuhi syarat kurban.

“Alhamdulillah sampai saat ini Kabupaten Maros masih zero kasus PMK, belum ditemukan adanya hewan yang terinfeksi,” tambahnya.

Di Kabupaten Maros, terdapat sekitar 2.000 lebih ternak kurban yang tersebar di 14 kecamatan dan 29 titik penampungan hewan (TPH).

Sementara itu, salah satu pedagang hewan kurban di Moncongloe, Masyur, mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan dan vaksinasi dari pemerintah.

“Alhamdulillah kita sangat terbantu, sapi-sapi diperiksa kesehatannya, kukunya, giginya, termasuk umurnya. Nanti juga dapat surat kesehatan,” ujarnya.

Masyur menyebut terjadi peningkatan permintaan dibanding tahun sebelumnya.

Dari total 58 ekor sapi yang disiapkan, sebanyak 35 ekor telah terjual.

“Penjualan meningkat, ada kenaikan sekitar 5 persen. Mungkin karena kebutuhan masyarakat juga tinggi, termasuk biaya operasional dan pakan yang naik,” jelasnya.

Harga sapi kurban di lokasi tersebut bervariasi, mulai dari Rp 14 juta untuk bobot sekitar 60 kilogram hingga Rp 35 juta dengan bobot mencapai 180 kilogram.

"Seluruh sapi yang dijual merupakan jenis sapi Bali dan berasal dari peternak lokal Maros," tuturnya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved