Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Krisis Air Bersih

DPRD Desak Direksi Baru PDAM Atasi Krisis Air di Utara dan Timur Makassar

Sebelumnya, Plt Direksi 2025 PDAM Makassar diisi Direktur Utama, Hamzah Achmad dan Direktur Keuangan, Nanang Supriyanto.

Tayang:
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
AIR BERSIH - Anggota DPRD Makassar, Basdir saat ditemui di Balai Kota Makassar, beberapa waktu lalu. Basdir minta direksi baru PDAM atasi krisis air bersih di wilayah utara dan timur kota Makassar. 

Ia juga menyinggung rencana lama terkait pemasangan pipa berukuran besar ke wilayah utara yang pernah dicanangkan oleh direksi sebelumnya, namun hingga kini belum memberikan dampak signifikan.

“Kalau persoalannya adalah pipa, dulu direksi dua periode sebelumnya pernah mencanangkan pemasangan pipa besar ke arah Utara. Atau apakah masalahnya ada di pihak ketiga? Tolong itu dievaluasi,” ungkapnya.

Basdir menegaskan, persoalan air bersih ini harus menjadi prioritas utama bagi direksi baru PDAM. Ia berharap, dengan kepemimpinan yang baru, ada langkah konkret dan terukur yang bisa segera dirasakan masyarakat.

“Masalah ini terus berulang. Bahkan sebelum saya menjabat pun sudah bermasalah. Jadi, perbaikan ini harus menjadi prioritas utama bagi PDAM,” jelasnya.

Warga Tetap Bayar Beban

Warga Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, kembali bersuara.

Sudah berbulan-bulan keran air di rumah mereka tak mengalir.

Namun di saat yang sama, tagihan dari PDAM Kota Makassar tetap datang rutin setiap bulan.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang merasa kewajiban dibayar, tetapi hak atas air bersih tak terpenuhi.

Seorang warga, Nasir mengaku harus menahan kantuk hampir setiap malam demi menunggu air menyala.

“Sudah berbulan-bulan air tidak mengalir. Saya tunggu sampai subuh, tapi tidak ada setetes pun yang keluar,” keluhnya.

Ia menyebut sebelum ada perbaikan pipa di wilayah lain, aliran air ke rumahnya tergolong lancar.

Namun setelah pekerjaan tersebut, distribusi ke arah Daya justru terhenti total.

Kalaupun mengalir, hanya sebentar dan sering terjadi di jam-jam tak menentu.

Warga mengaku heran. Perbaikan pipa induk di sebagian wilayah disebut telah rampung, tetapi pasokan ke Daya belum pulih.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved