Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Krisis Air Bersih

Krisis Air Bersih di Maros, Warga Terpaksa Gunakan Air Empang dan Sawah

Warga Marusu dan Bontoa di Maros terpaksa gunakan air empang dan sawah untuk mandi dan mencuci. Air bersih dibeli mahal, bantuan mulai disalurkan.

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
NURUL HIDAYAH/TRIBUN TIMUR
KRISIS AIR BERSIH – Warga Marusu dan Bontoa, Maros, terpaksa gunakan air empang untuk kebutuhan sehari-hari di tengah kemarau. 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Krisis air bersih mulai melanda warga di sejumlah kecamatan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Warga Kecamatan Marusu, Raiah, mengaku terpaksa menggunakan air empang untuk kebutuhan sehari-hari.

Air berwarna kehijauan, berbau, dan terasa asin.

“Di sini susah air bersih, hanya pakai air empang yang berbau dan asin,” bebernya.

Meski tidak layak konsumsi, warga tetap menggunakannya untuk mandi dan mencuci.

Untuk memasak dan minum, mereka membeli air bersih dengan harga mahal.

Baca juga: Tak Kemarau Pun Air PDAM Parepare Macet, Solusi PDAM Hanya Mobil Tangki Lagi?

Air hujan yang biasanya ditampung sudah habis.

Sementara PDAM belum mampu menyalurkan air ke wilayah tersebut.

“Kalau untuk minum, kami beli air tangki Rp100 ribu. Kalau tidak ada uang, terpaksa dicampur dengan sedikit air bersih yang ada,” tambahnya.

Raiah menyebut kondisi ini sudah berlangsung lama dan sangat menyulitkan warga.

Ia berharap ada solusi cepat agar masyarakat tidak terus bergantung pada air tambak.

“Kalau ada bantuan air bersih, kami sangat bersyukur sekali,” tuturnya.

Hal serupa dirasakan warga Kecamatan Bontoa.

Untuk bertahan, mereka menggunakan air sawah untuk kebutuhan harian.

Salah satu warga, Darmi, mengatakan mengambil air setiap pagi dan sore.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved