Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Krisis Air Bersih

DPRD Desak Direksi Baru PDAM Atasi Krisis Air di Utara dan Timur Makassar

Sebelumnya, Plt Direksi 2025 PDAM Makassar diisi Direktur Utama, Hamzah Achmad dan Direktur Keuangan, Nanang Supriyanto.

Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Renaldi Cahyadi
AIR BERSIH - Anggota DPRD Makassar, Basdir saat ditemui di Balai Kota Makassar, beberapa waktu lalu. Basdir minta direksi baru PDAM atasi krisis air bersih di wilayah utara dan timur kota Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Anggota DPRD Makassar, Basdir, mendesak jajaran direksi baru PDAM Kota Makassar untuk segera mengambil langkah cepat dalam mengatasi krisis air bersih yang hingga kini masih melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar.

Saat ini PDAM Makassar berada di bawah pimpinan Plt Direktur Utama, Andi Syahrum Makkutadde, Plt Direktur Umum, Andi Taufik Aris, dan Plt Direktur Keuangan, Wirda Fauziah Madjid.

Sebelumnya, Plt Direksi 2025 PDAM Makassar diisi Direktur Utama, Hamzah Achmad dan Direktur Keuangan, Nanang Supriyanto.

Menyusul pergantian Pelaksana Tugas (Plt) direksi yang baru-baru ini dilakukan, Basdir meminta perhatian serius terhadap krisis air di wilayah utara Makassar.

"Kami meminta agar PDAM segera melakukan langkah cepat guna mengatasi krisis air, terutama di wilayah Utara dan Timur kota,” katanya kepada Tribun Timur, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, hal ini adalah persoalan klasik yang hingga kini belum terselesaikan, khususnya di wilayah utara Kota Makassar

Masalah distribusi air bersih, kata Politisi PKB itu, telah berlangsung selama lebih dari satu dekade tanpa solusi yang jelas.

“Persoalan di wilayah Utara kota ini, sejak saya pertama kali masuk di DPRD pada periode 2014, masalahnya selalu itu-itu saja dan tidak pernah tuntas sampai sekarang,” ungkapnya.

Basdir menilai kondisi ini sangat memprihatinkan karena kebutuhan dasar masyarakat belum terpenuhi secara optimal. 

Bahkan, distribusi air bersih kerap bermasalah tidak hanya saat musim kemarau, tetapi juga ketika musim hujan.

Ia juga meminta PDAM untuk mengevaluasi secara menyeluruh kerja sama dengan pihak ketiga yang selama ini terlibat dalam pengelolaan dan distribusi air. 

“Kami mempertanyakan apa faktor penyebabnya. Kami meminta PDAM untuk mengevaluasi kerja sama dengan pihak ketiga," ujarnya. 

"Jangan sampai kerja sama tersebut tidak maksimal, sehingga menjadi penghambat,” tambah dia.

Adapun kat Basdir, wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi Kecamatan Tallo, Kecamatan Ujung Tanah, dan Kecamatan Bontoala merupakan daerah dengan tingkat krisis air yang cukup parah, padahal jumlah penduduk di kawasan tersebut sangat padat.

"Bayangkan, hanya untuk urusan air saja mereka susahnya luar biasa,” kata dia.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved