Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polisi Dianiaya Senior

Sidang Etik Ungkap Kekejaman Bripda Pirman, Junior Dipukul saat Kepala di Bawah

Sebanyak 14 saksi, mayoritas rekan seangkatan korban dan terduga pelanggar, dihadirkan.

Tayang:
Editor: Ansar
Tribun-timur.com/Muslimin Emba
BRIPDA PIRMAN - Bripda Pirman saat menjalani sidang PTDH di ruang sidang lantai 4 Gedung Mapolda Sulsel, Makassar, Senin (2/3/2026). Fakta baru terungkap di sidang etik. 

Motifnya?

Korban dianggap tidak loyal karena beberapa kali tidak menghadap saat dipanggil seniornya.

“Dipanggil dua kali tidak menghadap. Pagi hari setelah subuh dijemput, lalu terjadi penganiayaan,” jelas Kapolda.

Dugaan Tutup Jejak

Delapan anggota polisi telah diperiksa.

Dua di antaranya diduga terlibat secara tidak langsung.

Bripda MF disebut membersihkan darah korban agar kejadian tidak diketahui.

Sementara satu anggota lain melihat kejadian namun tidak melapor.

Keduanya diproses etik.

Kapolda menegaskan, ini bukan pengeroyokan.

“Ini penganiayaan yang dilakukan seorang diri,” tegasnya.

Duka di Asrama Ditsamapta

Peristiwa tragis itu terjadi di asrama Ditsamapta Polda Sulsel, tempat korban dan pelaku tinggal.

Bripda Pirman lulusan Bintara 2024.

Korban, Bripda DP, lulusan 2025.

Kematian Bripda DP mengguncang penghuni asrama.

Ia sempat dirawat di RSUD Daya sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah kemudian diautopsi di RS Bhayangkara Makassar.

Kapolda bahkan hadir langsung dalam pemakaman di Kabupaten Pinrang.

Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, hanya meminta satu hal:

“Kami hanya ingin keadilan.”

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved