Pilkada
Dulu Ditolak Keras SBY! Kini Demokrat Sulsel Dukung Pilkada Lewat DPRD
Saat jadi Presiden RI, SBY memilih menerbitkan dua Perppu untuk membatalkan kebijakan pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
Penulis: Erlan Saputra | Editor: Alfian
Ringkasan Berita:
- Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis, menegaskan wacana Pilkada melalui DPRD perlu dibaca secara jernih dan proporsional.
- SBY sebagai pendiri Partai Demokrat saat masih menjabat presiden RI memilih menerbitkan dua Perppu untuk membatalkan kebijakan pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
TRIBUN TIMUR, MAKASSAR - Sikap Partai Demokrat yang kini mendukung wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD kembali menuai sorotan publik.
Pasalnya, skema serupa pernah kandas pada era Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono.
SBY merupakan pendiri Partai Demokrat.
Saat itu, SBY memilih menerbitkan dua Perppu untuk membatalkan kebijakan pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Sulsel, Andi Januar Jaury Dharwis, menegaskan wacana Pilkada melalui DPRD perlu dibaca secara jernih dan proporsional.
Bukan semata dilihat sebagai kemunduran demokrasi.
Menurut Andi Januar, pemilihan langsung memang memberikan ruang partisipasi rakyat secara terbuka.
Namun dalam praktiknya, Pilkada langsung selama ini juga menyisakan persoalan serius.
Mulai dari biaya politik yang sangat tinggi, konflik sosial yang berulang.
Bahkan menguatnya politik dinasti yang justru menjauhkan demokrasi dari substansi utamanya.
“Karena itu, sikap kami bukanlah menarik diri dari demokrasi, melainkan upaya melakukan koreksi agar demokrasi bekerja lebih rasional dan berdampak bagi rakyat,” tegas Andi Januar.
Baca juga: Pilkada DPRD: Solusi atau Kemunduran Demokrasi?
Andi Januar sembari membela keputusan SBY di masa lalu, Minggu (11/1/2025).
Ia mengatakan Pilkada lewat DPRD tetap berada dalam koridor demokrasi.
Sebab, DPRD merupakan representasi sah rakyat yang dipilih melalui pemilu.
| GAM Macetkan Jl AP Pettarani Makassar, Demo Tolak Pilkada Lewat DPRD |
|
|---|
| Tolak Pilkada Lewat DPRD, Presma UIN Alauddin : Jangan Khianati Kedaulatan Rakyat |
|
|---|
| Akademisi Unibos Makassar Nawir Rahman Petakan Plus Minus Pilkada Lewat DPRD |
|
|---|
| PMII Sulsel Nilai Wacana Pilkada Lewat DPR sebagai Kemunduran Demokrasi |
|
|---|
| Andi Tobo: Pemilihan Kepala Daerah Lewat DPRD Belum Waktunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20260111-SBY-dan-Andi-Januar.jpg)